Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Benih Induk Hortikultura Gedung Johor, Provinsi Sumatera Utara, dengan tujuan untuk menganalisis proses produksi bibit durian (Durio zibethinus L.) melalui metode sambung pucuk, mengkaji tahapan pelaksanaannya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan teknik tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui praktik kerja lapangan yang meliputi observasi, partisipasi aktif, dan pendampingan teknis oleh pembimbing lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sambung pucuk merupakan metode perbanyakan vegetatif yang efektif dalam menghasilkan bibit durian unggul karena mampu mempertahankan sifat genetik tanaman induk serta mempercepat masa berbuah. Proses produksi bibit dilakukan melalui tahapan sistematis, yaitu persiapan batang bawah dari hasil persemaian biji, pemilihan entres dari tanaman induk yang sehat dan produktif, proses penyambungan dengan memperhatikan kesesuaian kambium, pengikatan sambungan, serta perawatan pasca sambung melalui penyungkupan untuk menjaga kelembapan dan stabilitas lingkungan. Keberhasilan sambung pucuk ditandai dengan terbentuknya hubungan jaringan yang baik antara batang bawah dan entres serta munculnya tunas baru. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan meliputi kualitas bahan tanam, ketepatan teknik penyambungan, penanganan entres sebelum penyambungan, serta kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Dengan demikian, teknik sambung pucuk memiliki peranan penting dalam mendukung penyediaan bibit durian berkualitas tinggi, namun memerlukan ketelitian, keterampilan, dan pengelolaan lingkungan yang optimal.
Copyrights © 2026