Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pelunturan nilai budaya Siri’ Na Pesse pada masyarakat transmigran suku Bugis di Parit 2 Desa Sungai Lokan. Nilai Siri’ yang mencerminkan rasa malu dan harga diri serta Pesse sebagai empati dan solidaritas sosial seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, dalam kenyataannya terjadi penurunan penerapan nilai tersebut yang ditandai dengan berkurangnya rasa saling menghormati dan kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelunturan nilai, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan tokoh masyarakat, orang tua, dan generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Siri’ Na Pesse mengalami pelunturan yang ditandai dengan melemahnya hubungan sosial, menurunnya tanggung jawab individu, serta berkurangnya solidaritas. Faktor penyebab terdiri dari faktor internal seperti rendahnya kesadaran dan pemahaman nilai budaya, serta faktor eksternal seperti pengaruh lingkungan heterogen dan lemahnya peran keluarga. Dampak pelunturan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan sosial, tetapi juga mengancam kelestarian budaya Bugis. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menanamkan kembali nilai Siri’ Na Pesse dalam kehidupan masyarakat.
Copyrights © 2026