Sanitasi yang kurang baik di pasar tradisional dapat menyebabkan meningkatnya jumlah lalat yang berperan sebagai pembawa penyakit. Kondisi seperti pengelolaan sampah yang buruk, saluran pembuangan yang tidak terurus, serta rendahnya kebersihan lingkungan dapat menjadi tempat berkembang biaknya lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sanitasi lingkungan terhadap banyaknya lalat sebagai penyebar penyakit di Pasar Tradisional Peringgan, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan teknik pengambilan sampel secara purposif. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 278 pedagang, dengan 40 orang responden sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan daftar cek serta pengamatan terhadap jumlah lalat, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kondisi sanitasi lingkungan dinyatakan kurang baik, yaitu sebanyak 20 responden (50,0%). Hasil pengamatan menemukan bahwa lalat paling banyak terdapat di daerah tempat sampah dengan rata-rata 12,8 ekor per menit, diikuti oleh area pedagang ayam dengan 11,8 ekor per menit, dan saluran pembuangan dengan 10,8 ekor per menit. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi r = -0,948 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat serta arah hubungan negatif antara sanitasi lingkungan dan jumlah lalat sebagai penyebar penyakit. Dapat disimpulkan bahwa semakin baik sanitasi lingkungan, semakin sedikit jumlah lalat yang terdapat di pasar tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperbaiki sanitasi lingkungan melalui pengelolaan sampah, perawatan saluran pembuangan, serta menjaga kebersihan pasar secara terus-menerus.
Copyrights © 2026