Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen produksi pada usaha peternakan burung puyuh skala rumah tangga di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha peternakan burung puyuh. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha peternakan burung puyuh telah menerapkan fungsi manajemen produksi yang meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Pada aspek perencanaan, peternak telah menentukan jumlah ternak, penggunaan kandang baterai bertingkat, dan pemilihan pakan komersial. Namun, pengaturan suhu, kelembapan kandang, dan pengelolaan air minum belum dilakukan secara optimal. Pada aspek pengorganisasian, usaha telah melibatkan tenaga kerja, tetapi pembagian tugas dan jadwal kerja masih belum terstruktur. Pelaksanaan produksi dilakukan secara rutin setiap hari melalui pemberian pakan, pemberian air minum, pengambilan telur, dan pembersihan kandang. Tingkat produktivitas ternak berdasarkan perhitungan Hen Day Production (HDP) mencapai 80%, yang menunjukkan produktivitas tergolong cukup baik. Sementara itu, pada aspek pengendalian, pengawasan usaha telah dilakukan secara langsung oleh pemilik, tetapi belum didukung oleh sistem pencatatan produksi yang teratur. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen produksi masih perlu ditingkatkan agar usaha peternakan burung puyuh dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026