Tanaman kurma (Phoenix dactylifera L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu kendala dalam budidaya tanaman kurma adalah serangan hama kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang dapat merusak bagian pucuk, pelepah, dan jaringan tanaman sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penggunaan perangkap kumbang serta mengevaluasi kemampuannya dalam menekan populasi hama pada area budidaya tanaman kurma. Penelitian dilaksanakan di Kurma Park Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur pada bulan April 2026 menggunakan metode observasi lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengamatan dilakukan melalui pemasangan tiga unit perangkap beratraktan feromon pada titik yang telah ditentukan dan diamati secara berkala setiap minggu. Parameter yang diamati meliputi jumlah kumbang yang tertangkap, distribusi tangkapan antar lokasi, serta perubahan jumlah tangkapan selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap kumbang berhasil menangkap 11 ekor kumbang tanduk selama periode pengamatan. Jumlah tangkapan tertinggi terjadi pada minggu kedua sebanyak 6 ekor (54,55%), kemudian menurun menjadi 3 ekor (27,27%) pada minggu ketiga dan 2 ekor (18,18%) pada minggu keempat. Penurunan jumlah tangkapan menunjukkan adanya kecenderungan berkurangnya aktivitas kumbang di sekitar area pemasangan perangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkap kumbang berpotensi digunakan sebagai sarana monitoring sekaligus alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan pada budidaya tanaman kurma.
Copyrights © 2026