Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan risiko penularan tinggi pada ibu hamil, ibu nifas, bayi, dan balita di ruang rawat inap rumah sakit. Rendahnya literasi kesehatan keluarga mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TB berpotensi meningkatkan infeksi silang di ruang rawat inap KIA. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi skrining dan pencegahan TB terpadu dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif keluarga pasien di Ruang Rawat Inap KIA RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian meliputi keluarga, pendamping pasien, dan pengunjung ruang rawat inap KIA, dengan sampel dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kesediaan mengikuti kegiatan secara penuh. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest-posttest, lembar observasi, dan panduan demonstrasi etika batuk serta hand hygiene. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perbandingan hasil pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan 85% peserta mampu memahami gejala dan penularan TB, sedangkan 90% peserta mampu mempraktikkan etika batuk dan enam langkah cuci tangan dengan benar setelah edukasi diberikan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa edukasi interaktif berbasis audiovisual dan simulasi efektif meningkatkan literasi kesehatan serta perilaku pencegahan TB keluarga pasien di ruang rawat inap KIA.
Copyrights © 2026