Di negara berkembang seperti Indonesia, demam tifoid penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi masih menjadi masalah kesehatan. Antibiotik termasuk ampisilin, amoksisilin, fluorokuinolon, kloramfenikol, dan sefalosporin generasi ketiga sering digunakan untuk mengobati demam tifoid. Dalam penelitian ini, teknik ATC/DDD dan 90% DU digunakan untuk memperkirakan profil konsumsi antibiotik pasien demam tifoid. Sampel data medis dari 70 orang antara Mei dan Oktober 2025 digunakan dalam penelitian kuantitatif deskriptif ini. Di Rumah Sakit Advent Manado, pasien demam tifoid menerima sembilan antibiotik berbeda; siprofloksasin adalah yang paling sering digunakan, diikuti oleh seftriakson dan sefiksim, dengan total konsumsi obat sebesar 94,56 DDD/100 hari rawat inap. Siprofloksasin, seftriakson, Sefiksim, metronidazol, tiamfenikol, dan levofloksasin termasuk di antara antibiotik dengan tingkat penggunaan obat sebesar 90%.
Copyrights © 2026