Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kesalahan penggunaan obat karena rendahnya tingkat pengetahuan. DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat) merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan DAGUSIBU obat pada lansia di Desa Tember Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Sampel berjumlah 93 lansia yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan setelah edukasi, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi DAGUSIBU efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan lansia terkait pemahaman penggunaan obat yang baik dan benar.
Copyrights © 2026