Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan resistensi bakteri sebagai masalah kesehatan global, sehingga diperlukan pemahaman yang baik mengenai penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan mahasiswa Farmasi dan Non Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi terkait penggunaan antibiotik secara rasional. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 85 responden angkatan 2022 yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney (α = 0,05). Hasil menunjukkan seluruh mahasiswa Farmasi (100%) memiliki pengetahuan kategori baik, sedangkan mahasiswa Non Farmasi didominasi kategori baik (66,6%), cukup (30,7%) dan kurang (2,5%). Uji Mann–Whitney menunjukkan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Disimpulkan bahwa mahasiswa Farmasi memiliki tingkat pengetahuan lebih baik dibandingkan Non Farmasi terkait penggunaan antibiotik rasional
Copyrights © 2026