Labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi biji labu siam bersifat rekalsitran dan peka terhadap kehilangan air, sehingga viabilitasnya dapat menurun dengan cepat selama penyimpanan atau penanganan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman buah sebagai bahan tanam dalam berbagai zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal labu siam serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan pada November–Desember 2024 di Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu kontrol (A0), air kelapa muda 75% (A1), IAA 1,5 mL L⁻¹ (A2), PGPR 5 mL L⁻¹ (A3), dan ekstrak bawang merah 150 g L⁻¹ (A4). Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5% dan diuji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ZPT berpengaruh nyata hanya terhadap panjang tunas pada umur 15 hari setelah tanam (HST), dengan perlakuan IAA 1,5 mL L⁻¹ menghasilkan panjang tunas tertinggi (6,2 cm). Parameter waktu tumbuh akar, panjang akar, waktu tumbuh tunas, dan luas daun tidak menunjukkan perbedaan nyata antarperlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas ZPT eksogen pada buah labu siam dalam kondisi penelitian ini cenderung terbatas dan hanya berpengaruh pada parameter pertumbuhan tertentu, sehingga diperlukan kajian lanjutan mengenai dosis, waktu aplikasi, dan metode perlakuan yang lebih optimal.
Copyrights © 2026