Masyarakat usia dini merupakan aset penting bagi masa depan bangsa, karena mereka adalah generasi penerus yang membutuhkan pendidikan dan lingkungan yang mendukung untuk tumbuh kembang mereka. Program pemberdayaan anak usia dini menjadi kunci dalam memastikan anak-anak mendapatkan perhatian yang memadai dalam pendidikan dan kesejahteraan. Salah satu program inovatif yang dilaksanakan di Desa Jatisari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, adalah Taman Baca Ramah Anak, dengan pengembangan perpustakaan desa jatisari yang bertujuan untuk mengurangi risiko kecanduan gadget di kalangan anak-anak dan mendorong budaya membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami dinamika sosial dan kebutuhan anak-anak di Desa Jatisari. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anak-anak, orang tua, serta tokoh masyarakat. Salah satu intervensi utama dalam program ini adalah penggunaan alat-alat permainan tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi, guna memperkuat keterikatan emosional anak-anak dengan lingkungan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara pendekatan kualitatif dan penggunaan permainan tradisional efektif dalam mendukung kesuksesan program Desa Ramah Anak, karena mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan menyenangkan bagi perkembangan anak-anak di Desa Jatisari. Program ini juga berhasil mengurangi dampak negatif dari penggunaan gadget berlebihan, sekaligus meningkatkan literasi dan budaya baca di kalangan anak- anak.
Copyrights © 2026