Penelitian ini mengeksplorasi fenomena judi bola online (parlay) pada mahasiswa calon konselor, sebuah kondisi yang menghadirkan kontradiksi peran bagi praktisi kesehatan mental masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami latar belakang keterlibatan subjek, menganalisis dampak terhadap pandangan diri dan tujuan hidup, serta mengungkap proses rekonstruksi makna hidup pasca-keterlibatan dalam perjudian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi guna mengungkap esensi pengalaman subjektif partisipan. Partisipan terdiri dari tiga mahasiswa aktif Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam sebanyak tiga sesi untuk setiap subjek, didukung dengan observasi non-partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlibatan subjek berakar pada kondisi Vakum Eksistensial dan dorongan Sensation Seeking untuk mengisi kekosongan batin; (2) praktik judi memicu Disonansi Kognitif akibat benturan antara perilaku menyimpang dengan identitas profesional sebagai calon konselor, serta memicu krisis finansial ekstrem; (3) proses rekonstruksi makna hidup dicapai melalui penggunaan Kebebasan Berkehendak untuk mengambil Nilai Bersikap melalui kejujuran radikal serta penemuan Nilai Kreatif dengan menjadikan pendidikan sebagai "jangkar" masa depan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penderitaan akibat adiksi judi bagi calon konselor menjadi sarana pendewasaan eksistensial yang menuntun mereka kembali pada tanggung jawab moral profesional.
Copyrights © 2026