Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menguatkan solidaritas mekanik dan solidaritas organik menurut terori Emile Durkhein pada siswa di SDN 04 Sanggau Kota Sanggau. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan guru PAI, kepala sekolah, guru kelas, serta siswa kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan tidak hanya sebagai pengajar materi agama, tetapi juga sebagai teladan dan pembimbing karakter melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta penerapan pembelajaran aktif seperti Project Based Learning dan peer lesson. Solidaritas yang tumbuh meliputi sikap toleransi, kerja sama, kesetiakawanan, dan tolong menolong yang berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar harmonis, menekan konflik, serta meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan peran guru PAI menjadi faktor kunci dalam membentuk generasi berakhlak mulia, peduli sosial, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.
Copyrights © 2025