Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi belanja daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya serta dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan anak dalam kerangka desentralisasi fiskal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa dokumen APBD, laporan kinerja pemerintah daerah, serta data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) kategori anak periode 2017–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi belanja daerah tergolong tinggi, khususnya pada belanja operasi yang berada pad a kisaran 89% hingga 91%, sementara belanja modal cenderung fluktuatif. Implementasi kebijakan tercermin melalui program-program Dinas Sosial yang disederhanakan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sosial. Dampak belanja daerah terlihat dari penurunan jumlah PMKS kategori anak secara bertahap, yang mengindikasikan adanya perbaikan kesejahteraan anak di Kota Surabaya. Dengan demikian, belanja daerah dalam kerangka desentralisasi fiskal dapat dinilai cukup efektif, meskipun masih memerlukan optimalisasi dalam aspek konsistensi program, penguatan belanja modal, dan keberlanjutan intervensi perlindungan anak.
Copyrights © 2026