Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi biaya produksi pada UMKM Ayam Geprek Sofi di Kota Medan dengan menggunakan metode full costing dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Berdasarkan data keuangan periode 1 April 2026 s.d. 5 Juni 2026, diketahui bahwa total biaya produksi yang dikeluarkan mencapai Rp7.049.418 dengan rincian biaya bahan baku Rp5.241.667 (74,36%), upah pekerja langsung Rp1.083.333 (15,37%), dan biaya overhead Rp724.418 (10,27%). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa UMKM ini memperoleh laba bersih sebesar Rp3.163.768 dengan total aset Rp6.133.316 dan ekuitas Rp5.966.650. Laporan keuangan telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dengan basis akrual dan konsep biaya perolehan. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan metode full costing memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai struktur biaya produksi dibandingkan metode pencatatan sederhana yang selama ini digunakan oleh UMKM. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM kuliner belum menerapkan pencatatan biaya secara komprehensif, sehingga berisiko pada ketidakakuratan penetapan harga jual dan margin keuntungan. Penelitian ini merekomendasikan agar UMKM Ayam Geprek Sofi secara konsisten menerapkan metode full costing dan memanfaatkan teknologi digital dalam pencatatan keuangan untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026