Prevalensi dysmenorrhea di Asia adalah 74,5%, sedangkan di Malaysia mencapai 69,4% dan Thailand 84,2%. Salah satu pesantren di Malaysia adalah Maahad Darul Falah dengan 56 siswa Perempuan yang terletak di dekat pantai, tepatnya di Sungai Besar, Selangor, Malaysia dengan masalah kurangnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, dysmenorrhea dan cara mengelolanya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dan asuhan komplementer secara komprehensif dalam mengatasi dysmenorrhea. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat dengan evaluasi pre-post dan ukuran sampel eksplisit 56 santriwati dan 15 santriwati mendapat terapi TENS. Alat ukur nyeri menggunakan NRS yang merupakan instrumen terstandar, lokasi kegiatan di Maahad Darul Falah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari pendidikan kesehatan reproduksi, mengelola dysmenorrhea dengan teknik akupresur dan penggunaan TENS serta memberikan terapi komplementer yang komprehensif bagi remaja yang mengalami dysmenorrhea. Hasil penelitian menyatakan terdapat peningkatan pengetahuan tentang fisiologi menstruasi dan permasalahannya dari 17,86% ke 87,5%. Ada juga peningkatan pengetahuan tentang cara mengelola nyeri haid dengan terapi komplementer yaitu akupresur dan TENS dari 44,64% menjadi 89,29%. Sebanyak 15 siswa telah datang ke Posko dan mendapatkan terapi TENS, akupresure dan musik. Kesimpulannya, pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan akupresur; kombinasi terapi komplementer berpotensi menurunkan nyeri, namun diperlukan data kuantitatif dan studi dengan kontrol untuk memastikan efektivitas.
Copyrights © 2026