Pesatnya perkembangan social commerce, khususnya TikTok Shop, telah mengubah lanskap bisnis ritel dan menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan model biaya yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur penentuan harga jual (pricing strategy) dan mekanisme kompensasi komisi afiliasi dalam upaya optimalisasi margin keuntungan pada Seattle Aroma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap data keuangan internal perusahaan periode Mei 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya per unit produk adalah sebesar Rp37.788,33, dengan harga jual rata-rata Rp55.056,00, menghasilkan margin keuntungan sebesar 31,36% (Rp17.267,67 per unit). Temuan penelitian menunjukkan bahwa biaya non-produksi, khususnya komisi pasar dan biaya afiliasi, menjadi komponen dominan yang menekan profitabilitas bersih. Meskipun volume penjualan meningkat melalui program afiliasi, risiko terdapat paradoks pertumbuhan di mana beban pemasaran tumbuh lebih cepat dibandingkan laba bersih. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi penentuan harga yang lebih adaptif, efisiensi biaya operasional melalui bundling, dan seleksi mitra afiliasi berbasis kinerja (conversion rate) untuk menjaga stabilitas margin keuntungan di tengah tren kenaikan biaya platform.
Copyrights © 2026