Volatilitas harga emas mencapai 68,75% pada periode 2022–2025, mengakibatkan kerugian investor akibat ketidakakuratan model konvensional yang mengabaikan pola musiman jangka pendek. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan literatur: belum ada studi yang mengeksplorasi pola musiman sub-bulanan (<30 hari) pada data harian, meskipun siklus perdagangan memiliki periodesitas 20–23 hari kerja. Kami mengembangkan model SARIMA (0,1,1) (1,1,1) yang mengintegrasikan pola musiman 23 hari menggunakan metodologi Box-Jenkins pada 963 observasi periode Januari 2022–Oktober 2025. Hasil menunjukkan SARIMA meningkatkan akurasi prediksi sebesar 36,41% (MAPE 10,16% vs 15,98%) dan secara signifikan mereduksi indikasi overfitting, yang ditandai dengan penyempitan disparitas error antara data latih dan uji dibandingkan ARIMA. Model ini dapat mengurangi kerugian prediksi hingga USD 58.200 per siklus perdagangan untuk portofolio USD 1 juta, memberikan keunggulan kompetitif bagi trader institusional. Sistem ini direkomendasikan sebagai alat bantu keputusan operasional dengan pembaruan parameter setiap 3–6 bulan.
Copyrights © 2026