Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembingkaian pemberitaan kasus perundungan di lingkungan sekolah pada media online Kompas.com dan Detik.com serta mengidentifikasi kecenderungan posisi kedua media dalam memberitakan kasus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Data penelitian berupa delapan berita kasus perundungan di lingkungan sekolah yang dipublikasikan pada Januari 2025, terdiri atas empat berita dari Kompas.com dan empat berita dari Detik.com. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com cenderung menekankan pengalaman dan dampak yang dialami korban sehingga membangun empati pembaca. Sementara itu, Detik.com lebih menonjolkan kronologi peristiwa, penanganan kasus, dan peran institusi. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media memiliki konstruksi realitas yang berbeda terhadap kasus perundungan di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026