Status gizi pada anak usia sekolah merupakan indikator penting kesehatan dan perkembangan fisik anak. Jenis kelamin merupakan salah satu faktor yang diduga memengaruhi perbedaan status gizi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan jenis kelamin pada anak usia sekolah di SD Negeri 3 Weda Kabupaten Halmahera Tengah Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan terhadap 20 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan yang dipilih secara acak dari kelas IV dan V. Status gizi dinilai menggunakan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) berdasarkan standar WHO 2007. Hasil menunjukkan bahwa dari 20 siswa yang diteliti, sebanyak 11 siswa (55%) berstatus gizi baik, 5 siswa (25%) gizi kurang, dan 4 siswa (20%) gizi lebih. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan jenis kelamin (χ² = 0,291; df = 2; p = 0,865; p > 0,05), dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (Cramer’s V = 0,121). Ditemukan bahwa masalah gizi terjadi pada siswa laki-laki maupun perempuan, dengan pola double burden of malnutrition yang tampak pada populasi penelitian. Diperlukan program pemantauan dan intervensi gizi yang mempertimbangkan aspek jenis kelamin untuk meningkatkan status gizi anak usia sekolah.
Copyrights © 2026