ABSTRAK Kemiskinan di kawasan Indonesia Timur masih relatif tinggi meskipun secara nasional menunjukkan tren penurunan, sehingga mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya bersifat inklusif. Berdasarkan teori pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia, jumlah penduduk, rata-rata lama sekolah, dan produk domestik regional bruto (PDRB) diperkirakan memengaruhi tingkat kemiskinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota kawasan Indonesia Timur periode 2019–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sampel ditentukan melalui purposive sampling sehingga diperoleh 14 kabupaten/kota pada lima provinsi di kawasan Indonesia Timur dengan total 70 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) melalui EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah penduduk dan rata-rata lama sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan PDRB berpengaruh signifikan positif. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan dengan nilai R-squared sebesar 0,994353. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan PDRB belum diikuti pemerataan kesejahteraan sehingga pertumbuhan ekonomi belum bersifat inklusif. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berorientasi pada pemerataan manfaat pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pembangunan daerah untuk menekan kemiskinan secara lebih efektif. ABSTRAK Poverty in Eastern Indonesia remains relatively high despite the national downward trend, indicating that economic growth has not been fully inclusive. Based on economic growth and human development theories, population size, mean years of schooling, and Gross Regional Domestic Product (GRDP) are expected to influence poverty levels. This study aims to analyze the effects of these variables on poverty rates in regencies and cities of Eastern Indonesia during the 2019–2023 period. A quantitative approach was employed using secondary panel data obtained from the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik/BPS). The sample was selected through purposive sampling, resulting in 14 regencies/cities across five provinces with a total of 70 observations. Panel data regression was applied using the Fixed Effect Model (FEM) with EViews 12. The findings reveal that population size and mean years of schooling have no significant partial effect on poverty, whereas GRDP has a significant positive effect. Simultaneously, the three independent variables significantly affect poverty, with an R-squared value of 0.994353. These results indicate that economic growth has not been accompanied by equitable welfare distribution, suggesting that growth in Eastern Indonesia has not yet been inclusive. Therefore, policies promoting a more equitable distribution of economic growth benefits, improving human capital, and strengthening regional development are recommended to reduce poverty more effectively.
Copyrights © 2026