ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Peti Koin Bermantra (Permberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri, dan Sejahtera) dalam upaya memberdayakan ekonomi nelayan di Pelabuhan Tamperan, Kabupaten Pacitan. Lokasi ini dipilih karena meskipun sektor perikanannya potensial, masyarakat nelayan msetempat masih tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem (Desil 1). Informan penelitian ini sebanyak 10 orang. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pisau analaisis yang digunakan adalah Teori Implementasi Kebijakan Merilee S. Grindle, yang membedah fenomena melalui dua variabel utama yaitu isi kebijakan (content of policy) dan konteks implementasi (context of implementation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Peti Koin Bermantra di Pelabuhan Tamperan telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, namun belum mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam mengubah kondisi ekonomi nelayan secara signifikan. Temuan utama menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara bantuan yang diberikan dengan kebutuhan riil nelayan. Selain itu, proses pengambilan keputusan yang bersifat top-down menyebabkan kebutuhan riil nelayan kurang terakomodasi secara maksimal. Simpulan dari penelitian ini adalah program telah berhasil dalam penyaluran bantuan teknis, namun memerlukan kesesuaian lebih lanjut antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan spesifik nelayan untuk mewujudkan pemberdayaan yang sesuai dengan tujuan. ABSTRAK This study aims to examine the implementation of the Peti Koin Bermantra Program (Collaborative, Inclusive, Sustainable, Independent, and Prosperous Economic Empowerment) in improving the economic conditions of fishermen at Tamperan Harbor, Pacitan Regency. The study focuses on this location because, despite its strong fisheries potential, many local fishermen remain classified as living in extreme poverty (Decile 1). A qualitative research approach was employed, involving ten informants, with data analyzed using Merilee S. Grindle’s Policy Implementation Theory, which emphasizes two key dimensions: policy content and implementation context. The findings reveal that the program has been implemented in accordance with existing regulations and has successfully distributed technical assistance to fishermen. However, its effectiveness in significantly improving fishermen’s economic welfare remains limited. A major issue identified is the mismatch between the assistance provided and the actual needs of the fishing community. In addition, the predominantly top-down decision-making process has reduced opportunities for fishermen to express their priorities, resulting in limited responsiveness to local conditions. Overall, the study concludes that while the program has achieved its administrative objectives, stronger alignment between government policies and the specific needs of fishermen is essential to ensure sustainable economic empowerment and achieve the program’s intended outcomes.
Copyrights © 2026