Hipertensi kerap disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan tanda atau keluhan yang jelas. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan organ lainnya yang dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian hipertensi pada pasien usia produktif di Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Tahun 2026. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05-25 April 2026. Populasi mencakup 15.005 pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Agung periode Januari–Desember 2025, dengan sampel sebanyak 94 responden dihitung menggunakan rumus Slovin (tingkat kesalahan 10%) dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstandar meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10), Glover Nilsson Smoking Behavior Questionnaire (GN-SBQ), dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang merupakan kuesioner baku tervalidasi secara internasional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk bivariat dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 56,4%. Terdapat pengaruh signifikan usia (p=0,01; OR=3,18) dan tingkat stres (p=0,00; OR=5,41) terhadap kejadian hipertensi. Tidak terdapat pengaruh jenis kelamin (p=0,69), pengetahuan (p=0,38), IMT (p=1,00), perilaku merokok (p=0,49), dan aktivitas fisik (p=0,44). Variabel paling dominan adalah tingkat stres (p=0,00; OR=5,41). Puskesmas disarankan menyelenggarakan kegiatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, termasuk penyuluhan, konseling individu, dan kelompok pendukung bagi penderita hipertensi.
Copyrights © 2026