Gema Asiani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada, Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kejadian Hipertensi pada Pasien Usia Produktif Tri Endrina Nafsiah; Ali Harokan; Gema Asiani; Muhammad Prima Cakra Randana
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.216

Abstract

Hipertensi kerap disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan tanda atau keluhan yang jelas. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan organ lainnya yang dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian hipertensi pada pasien usia produktif di Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Tahun 2026. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal  05-25 April 2026. Populasi mencakup 15.005 pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Agung periode Januari–Desember 2025, dengan sampel sebanyak 94 responden dihitung menggunakan rumus Slovin (tingkat kesalahan 10%) dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstandar meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10), Glover Nilsson Smoking Behavior Questionnaire (GN-SBQ), dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang merupakan kuesioner baku tervalidasi secara internasional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk bivariat dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 56,4%. Terdapat pengaruh signifikan usia (p=0,01; OR=3,18) dan tingkat stres (p=0,00; OR=5,41) terhadap kejadian hipertensi. Tidak terdapat pengaruh jenis kelamin (p=0,69), pengetahuan (p=0,38), IMT (p=1,00), perilaku merokok (p=0,49), dan aktivitas fisik (p=0,44). Variabel paling dominan adalah tingkat stres (p=0,00; OR=5,41). Puskesmas disarankan menyelenggarakan kegiatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, termasuk penyuluhan, konseling individu, dan kelompok pendukung bagi penderita hipertensi.