Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi efektivitas tinggi dengan angka kegagalan rendah. Namun penggunaan MKJP di Puskesmas Pegayut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan masih jauh dibawah target nasional RPJMN 2020–2024 sebesar 28,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di UPT Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026. Desain penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 136 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling dari 233 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada tanggal 10-24 April 2026. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,01), pengetahuan (p=0,00), tingkat kecemasan (p=0,02), dukungan suami (p=0,01), dan peran petugas kesehatan (p=0,03) dengan penggunaan MKJP. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,54) dan ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,49) dengan penggunaan MKJP. Variabel paling dominan adalah pengetahuan (p=0,00; OR=6,14). Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) secara langsung maupun melalui platform digital.
Copyrights © 2026