Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Meyin Aprianike; Ali Harokan; Lilis Suryani; Dewi Suryanti
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.227

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi efektivitas tinggi dengan angka kegagalan rendah. Namun penggunaan MKJP di Puskesmas Pegayut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan masih jauh dibawah target nasional RPJMN 2020–2024 sebesar 28,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di UPT Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026. Desain penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 136 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling dari 233 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada tanggal 10-24 April 2026. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,01), pengetahuan (p=0,00), tingkat kecemasan (p=0,02), dukungan suami (p=0,01), dan peran petugas kesehatan (p=0,03) dengan penggunaan MKJP. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,54) dan ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,49) dengan penggunaan MKJP. Variabel paling dominan adalah pengetahuan (p=0,00; OR=6,14). Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) melalui Komunikasi, Informasi, dan  Edukasi (KIE) secara langsung maupun melalui platform digital.
Analisis Kepuasan Pasien Lansia Terhadap Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Oki Tahun 2026 Laniessa Rinarthani; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13696

Abstract

Meningkatnya populasi lanjut usia (lansia) menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pelayanan kesehatan primer, termasuk dalam pemenuhan kepuasan pasien lansia terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien lansia dengan metode Service Quality (SERVQUAL) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 48 pasien lansia rawat jalan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi karakteristik demografi (umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan) serta lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy), sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien lansia. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (62,5%) merasa puas terhadap pelayanan kesehatan yang diterima. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dengan kepuasan (p=1,000), sedangkan kemampuan fisik/tangible (p=0,001; PR=2,556), keandalan/reliability (p=0,000; PR=4,643), daya tanggap/responsiveness (p=0,002; PR=2,347), dan perhatian/empathy (p=0,000; PR=2,530) terbukti berhubungan signifikan dengan kepuasan, sedangkan jaminan/assurance tidak (p=0,074). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kemampuan fisik (tangible; OR=0,061) dan keandalan (reliability; OR=0,015) merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien lansia, dengan model mampu memprediksi kepuasan sebesar 73,2%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas fisik dan keandalan pelayanan petugas kesehatan perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien lansia di pelayanan kesehatan primer.
Analisis Berbagai Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Menjalani Program Rehabilitasi Narkoba di Klinik Pratama Mandiri Bnnk Ogan Komering Ilir Winda Sari Kesuma; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13698

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks, dengan kekambuhan pascarehabilitasi sebagai tantangan utama akibat lemahnya kepatuhan klien dalam menjalani seluruh tahapan program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan di Klinik Pratama Mandiri BNNK Ogan Komering Ilir. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 49 responden, dengan variabel independen meliputi efikasi diri, motivasi, dukungan keluarga, lingkungan sosial, kondisi ekonomi, dan dukungan kelembagaan, serta variabel dependen berupa kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan responden cukup berimbang antara kategori patuh (53,1%) dan tidak patuh (46,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan (p=0,068), sedangkan motivasi (p=0,017; PR=2,299), dukungan keluarga (p=0,006; PR=2,344), lingkungan sosial (p=0,006; PR=2,344), kondisi ekonomi (p=0,001; PR=2,949), dan dukungan kelembagaan (p=0,015; PR=2,160) terbukti berhubungan signifikan dengan kepatuhan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan kondisi ekonomi merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan, dengan dukungan keluarga sebagai variabel paling dominan (OR=0,095). Model regresi yang diperoleh mampu memprediksi kepatuhan responden sebesar 50,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan dukungan keluarga dan perbaikan kondisi ekonomi klien perlu menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kepatuhan menjalani program rehabilitasi narkoba rawat jalan.
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pengarayan Tahun 2026 Wulan Agustin; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13699

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit menular di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi secara tuntas, yang erat kaitannya dengan mutu pelayanan kesehatan yang diterima pasien. Data Puskesmas Pengarayan menunjukkan peningkatan jumlah pasien yang tidak patuh minum obat TB dalam tiga tahun terakhir, dari 14 pasien (2023) menjadi 24 pasien (2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepatuhan berobat pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Pengarayan Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan model Servqual (tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Poli Tuberkulosis Puskesmas Pengarayan pada Januari 2026 sebanyak 52 orang, dengan sampel 47 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden patuh berobat (85,1%). Mayoritas responden menilai dimensi empathy (91,5%), assurance (89,4%), reliability (76,6%), dan tangible (76,6%) dalam kategori baik, sedangkan responsiveness relatif berimbang (51,1% tanggap). Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,175), jenis kelamin (p=1,000), tingkat pendidikan (p=1,000), tangible (p=1,000), reliability (p=0,330), responsiveness (p=0,701), assurance (p=1,000), maupun empathy (p=0,488) dengan kepatuhan berobat pasien TB. Analisis multivariat tidak dapat dilakukan karena hanya satu variabel yang memenuhi syarat seleksi kandidat (p<0,25). Disimpulkan bahwa pada konteks penelitian ini, tingginya tingkat kepatuhan berobat tidak secara statistik berhubungan dengan dimensi mutu pelayanan maupun karakteristik demografi yang diteliti, sehingga faktor lain seperti dukungan keluarga, peran Pengawas Menelan Obat (PMO), dan motivasi pasien perlu dikaji lebih lanjut. Puskesmas disarankan tetap mempertahankan mutu pelayanan yang telah baik serta memperkuat pemantauan pasien berisiko putus berobat.
Analisis Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer oleh Kader Posyandu di Lapangan Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang Tahun 2026 Rina Seftiana; Nani Sari Murni; Lilis Suryani
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13700

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer yang menyatukan berbagai layanan kesehatan dasar sepanjang siklus hidup dalam satu alur pelayanan posyandu. Keberhasilan implementasinya di tingkat komunitas sangat bergantung pada kader posyandu sebagai pelaksana utama di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam pelaksanaan ILP oleh kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunga Mayang, meliputi alur dan kesesuaian pelayanan, tingkat pemahaman-peran-kapasitas kader, kendala yang dihadapi, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi penguatannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Informan dipilih secara purposive dan berjumlah 22 orang, terdiri atas 16 informan utama (kader posyandu) dan 6 informan pendukung (bidan desa, perawat desa, koordinator posyandu, petugas promosi kesehatan, ibu kepala desa, dan kaur pembangunan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ILP telah berjalan dan mulai diarahkan pada pelayanan satu kunjungan untuk seluruh kelompok sasaran, namun pemahaman kader terhadap konsep ILP masih bervariasi dan belum merata. Kapasitas kader cukup baik pada pelayanan dasar, tetapi masih terbatas pada pencatatan, penyuluhan, dan skrining lintas siklus hidup. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kompleksitas sistem pencatatan, keterbatasan jumlah kader, beban kerja tinggi, serta ketidaktepatan insentif. Faktor pendukung utama adalah kerja sama antar-kader, pembinaan puskesmas, dukungan pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas dan rendahnya pemerataan pelatihan. Strategi penguatan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas kader secara terstruktur, penguatan dukungan sistem pelayanan kesehatan, penyederhanaan administrasi, pemberdayaan masyarakat, penguatan dukungan lintas sektor, serta peningkatan motivasi dan kesejahteraan kader. Penelitian ini merekomendasikan penguatan ILP secara komprehensif dan berkelanjutan melalui kolaborasi puskesmas, pemerintah desa, dan masyarakat.