Daya listrik yang disalurkan melalui sistem distribusi harus memiliki mutu dan keandalan yang tinggi. Dalam penyaluran energi listrik sering terjadi gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat merupakan suatu hubungan abnormal pada impedansi antara dua titik yang mempunyai potensial yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung arus hubung singkat, serta mengevaluasi kinerja setting rele yang ada dilapangan berdasarkan standart grading time dengan melihat hasil simulasi perbandingan antara perhitungan secara manual. Metode penelitian dilakukan dengan berbagai cara yaitu studi literature, studi lapangan, metode perhitungan dan diskusi/wawancara. Hasil penelitian ini besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi jarak titik gangguan, semakin jauh jarak titik gangguan maka semakin kecil arus gangguan dan begitupun sebaliknya. Hasil perhitungan manual dan simulasi software ETAP 16.0.0 di dapatkan hasil perhitungan gangguan hubung singkat tiga fasa, dua fasa, dua fasa -tanah dan satu fasa -tanh dititik gangguan 25% dengan Jarak 2.19 Km dari outcoming sebesar 6396.5 A, 5539.6 A, 6169.4 A dan 283.6 A dan hasil simulasi 6208 A, 5377 A, 5442 A dan 282 A. Penyetelan Over Current Relay (OCR) dan Ground Fault Relay (GFR) pada penyulang Hertasning Baru yaitu, TMS = 0,154 s untuk relai OCR sisi incoming 20 kV, TMS = 0,130 s untuk relai Over Current Relay (OCR) sisi penyulang 20 kV, TMS = 0.605 s untuk relai Ground Fault Relay (GFR) sisi incoming 20 kV, TMS = 0.103 s untuk relai GFR sisi incoming 20 kV dan hasil perhitungan manual maupun simulasi memperlihatkan setting OCR GFR masih dalam kondisi yang sesuai dimana relai di penyulang sebagai main protection dan relai di incoming sebagai backup protection
Copyrights © 2026