Perkembangan metaverse memperluas kemungkinan interaksi, pembelajaran, ekonomi, dan ekspresi identitas melalui lingkungan virtual yang imersif. Namun, intensitas pengalaman digital juga dapat memunculkan distraksi, eskapisme, kaburnya batas identitas, penurunan disiplin waktu, serta persoalan etika interaksi. Artikel ini bertujuan merekonstruksi konsep energi metafisika menjadi sumber daya spiritual-etis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan merumuskan model literasi spiritual-digital berbasis tasawuf bagi komunitas Ikhwan Masjid Darul Amin Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual melalui tinjauan literatur integratif, analisis isi, dan refleksi kontekstual terhadap tradisi pembinaan spiritual di lingkungan masjid. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pengaruh teknologi terhadap perilaku tidak bersifat deterministik, tetapi dipengaruhi tujuan penggunaan, durasi, kualitas konten, pengendalian diri, dan dukungan sosial. Artikel ini menawarkan Model LESDITA yang mencakup orientasi tauhid, muhasabah digital, muraqabah dan kendali diri, disiplin waktu dan ibadah, etika interaksi virtual, serta pendampingan komunitas. Model tersebut menempatkan tasawuf bukan sebagai penolakan terhadap teknologi, melainkan sebagai kerangka etik untuk menggunakan teknologi secara sadar, proporsional, kritis, dan bertanggung jawab. Kontribusi artikel terletak pada integrasi kajian metaverse, literasi digital, dan pembinaan spiritual Islam dalam kerangka yang operasional untuk pendidikan masyarakat berbasis masjid.
Copyrights © 2026