Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang mampu memenuhi kebutuhan belajar peserta didik abad ke-21. Namun, pembelajaran mengulas karya fiksi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP masih didominasi penggunaan media konvensional dan belum banyak mengintegrasikan isu kesehatan mental yang relevan dengan kehidupan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media ajar Flipbook buku cerita RUMMAH (Ruang Mind Mental Health) berbasis film Kukira Kau Rumah pada materi mengulas karya fiksi di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan dua guru Bahasa Indonesia, empat peserta didik sebagai informan wawancara, dan 65 peserta didik sebagai responden angket dari SMP Negeri 2 Pekalongan dan SMP Islam Simbang Wetan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan angket, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan media pembelajaran digital yang interaktif, mudah diakses, dan mampu menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Sebanyak 98,5% peserta didik menyatakan membutuhkan media berbentuk Flipbook, sedangkan 95,4% memilih tema kesehatan mental sebagai tema yang menarik untuk dipelajari melalui karya fiksi. Temuan tersebut menjadi dasar pengembangan media ajar Flipbook buku cerita RUMMAH yang mengintegrasikan pembelajaran mengulas karya fiksi dengan literasi kesehatan mental melalui film Kukira Kau Rumah. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa dasar empiris dalam pengembangan media pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SMP.
Copyrights © 2026