Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, masih menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat mengenai peran perempuan sebagai pendidik pertama anak, khususnya dalam pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dan stunting pada balita melalui optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi tersebut diperparah oleh masih kuatnya nilai-nilai patriarkis dalam masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman 59 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu balita, dan kader Posyandu mengenai pencegahan KEK dan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan persiapan, pelaksanaan sosialisasi dan senam bersama, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 57,97 menjadi 80,51 atau naik sebesar 22,54 poin, dengan 81,4% peserta mengalami peningkatan pemahaman. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan direkomendasikan untuk direplikasi serta dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan di tingkat desa.
Copyrights © 2026