Dian Yuliati
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI MTSN 4 KOTA SURABAYA Daffania Tsabitah Zuhra Putri; Sutini; Dian Yuliati
AL JABAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Institut Ahmad Dahlan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/aljabar.v4i1.1454

Abstract

The purpose of this study is to analyze the effects of using the discovery learning model with the use of Quizizz media on the academic performance of seventh graders at MTsN 4 in Surabaya City.  The methodology used for this study is known as Classroom Action Research (PTK). The research involved 32 students from Surabaya City's seventh grade E MTsN 4 class. Two cycles were used to conduct the research.  The four phases of a cycle are preparation (preparation), execution (act), oversight (observation), and analysis (analysis). After collecting data using the learning results test technique, we compared the results using a table that categorized the percentage of learning completeness and then evaluated the data based on students' learning outcomes. Learning outcomes significantly improve with each cycle, according to the research. A score of 21.875% in the extremely bad category, 53.125% in cycle I, and 84.375% in cycle II are all indicative of this improvement compared to pre-cycle activity. Students in seventh grade at MTsN 4 in Surabaya City can benefit from using Quizizz media to supplement the discovery learning methodology.
Optimal control using pontryagin’s maximum principle: Tuberculosis spread case Muhammad Iqbal Widiaputra; Ahmad Hanif Asyhar; Wika Dianita Utami; Putroue Keumala Intan; Dian Yuliati; Muhammad Fahrur Rozi
(IJCSAM) International Journal of Computing Science and Applied Mathematics Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24775401.ijcsam.v10i2.4602

Abstract

Tuberculosis is one of the deadliest infectious diseases in the world. In 2020, 9.9 million people were infected and 1.5 million died. East Java province ranks third with 43,268 tuberculosis cases. This research aims to determine the results of the tuberculosis disease model and simulation without and with the use of optimal control. The mathematical model SEIR is a model that can analyze the spread of the disease tuberculosis. In this research, a variable treatment compartment to the SEIR model. It used 4 antibiotics in the intensive phase and added Isoniazid and Rifampicin in the advanced phase as the optimal control parameters. Optimal control uses Pontriagin’s maximum principle as the derivative to modify the SEIR model and is described by a Runge-Kutta order 4 scheme. It shows both the useful parameters in the optimal control with a maximum value of 1 and plots where the effect of optimal control exists further constrained the people infected with Tuberculosis.
SOSIALISASI PERAN PEREMPUAN DALAM MENCETAK GENERASI BANGSA MENUJU DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK DI JATIGUNTING Ginta Mayang Kartika; Abu Yazid; Salsabilla Putri Kustriandi; Dimas Aditya Widarma; Bramantya Dwi Jaya Panuntun; Mar’atussh Amnurislam Oktavernanda; Dian Yuliati
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, masih menghadapi rendahnya kesadaran masyarakat mengenai peran perempuan sebagai pendidik pertama anak, khususnya dalam pencegahan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dan stunting pada balita melalui optimalisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi tersebut diperparah oleh masih kuatnya nilai-nilai patriarkis dalam masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman 59 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu balita, dan kader Posyandu mengenai pencegahan KEK dan stunting sebagai bagian dari upaya mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan persiapan, pelaksanaan sosialisasi dan senam bersama, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai peserta meningkat dari 57,97 menjadi 80,51 atau naik sebesar 22,54 poin, dengan 81,4% peserta mengalami peningkatan pemahaman. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta dan direkomendasikan untuk direplikasi serta dikembangkan melalui kolaborasi berkelanjutan di tingkat desa.
Evaluasi Daya Terima Nugget Ayam dan Udang sebagai Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal pada Anak Stunting di Desa Soco, Kabupaten Ngawi Widya Sunu Prawita; Nisrina Azzah Umamah; Nadhifatul Ilmi Islamiya; Regieta Ramasanti; Rahma Ramadhani; Zuhudil Akmal; Dian Yuliati
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mw4az378

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi, khususnya di Desa Soco, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi gizi berbasis pangan lokal yang tidak hanya bergizi tetapi juga memiliki daya terima tinggi pada anak. Salah satu kendala dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah rendahnya penerimaan anak terhadap produk yang disediakan sehingga berdampak pada keberlanjutan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima nugget ayam dan udang sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang dikembangkan sesuai preferensi anak dan kondisi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui uji hedonik (organoleptik) terhadap lima parameter sensori, yaitu rasa, aroma, warna, tekstur, dan penampilan, dengan melibatkan delapan panelis yang terdiri dari anak stunting dan ibu pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memberikan penilaian “suka” hingga “sangat suka” pada seluruh parameter, meskipun terdapat masukan terkait variasi aroma, warna, dan tekstur yang perlu disempurnakan. Temuan ini menunjukkan bahwa nugget ayam dan udang memiliki tingkat penerimaan yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai PMT yang terjangkau, mudah dibuat, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat desa. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada diversifikasi PMT lokal, tetapi juga mendukung pendekatan pengabdian partisipatif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.   The prevalence of stunting in Ngawi Regency, particularly in Soco Village, remains a public health concern that requires nutrition interventions based on local food resources that are not only nutritious but also highly acceptable to children. One of the main challenges in the Supplementary Feeding Program (PMT) is the low level of children’s acceptance of the provided foods, which affects the sustainability of consumption. This community service activity aimed to evaluate the acceptability of chicken and shrimp nuggets as an alternative locally based PMT developed in accordance with children’s preferences and the socio-cultural conditions of the local community. The study employed a descriptive qualitative approach through hedonic (organoleptic) testing of five sensory parameters—taste, aroma, color, texture, and appearance—involving eight panelists consisting of stunted children and their mothers. The evaluation results indicated that most panelists rated the product from “liked” to “highly liked” across all parameters, although some feedback related to aroma, color, and texture variations suggested areas for further improvement. These findings indicate that chicken and shrimp nuggets demonstrate good acceptability and have the potential to be developed as an affordable, easy-to-prepare PMT that is contextually aligned with the needs of rural communities. This innovation not only contributes to the diversification of local PMT products but also supports a participatory community service approach in efforts to prevent stunting at the community level
Tech & Trash: Inovasi TPA Berbasis Rocket Stove dan Pengelolaan Sampah UMKM dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih di Desa Soco, Kab. Ngawi okta Reviana; Mara Nailatul Ilmia; Dian Yuliati; Rizka Rikhatul Jannah; Annafi Irsyadia; Nazwa Putri Iftakhdianti; M ivo maghfur
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/7k5jmn19

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi ditandai oleh ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tingkat desa, rendahnya kesadaran masyarakat, serta praktik pembakaran terbuka yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas TPA alternatif berbasis teknologi Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga dan pelaku UMKM, serta pemantauan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah intervensi. Program dilaksanakan melalui pembangunan Rocket Stove, penyediaan fasilitas tempat sampah di area UMKM, serta edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan volume sampah berserakan di sekitar UMKM dari rata-rata 5 kg/hari menjadi 3 kg/hari, berkurangnya praktik pembakaran terbuka, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Selain dampak teknis, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi TPA berbasis Rocket Stove terbukti berpotensi sebagai model teknologi tepat guna yang aplikatif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan dengan karakteristik serupa.   Waste management problems in Soco Village, Jogorogo District, Ngawi Regency are characterized by the absence of a village-level landfill, low community awareness, and the widespread practice of open burning, which negatively affects environmental quality and public health. This community service program aimed to implement and evaluate the effectiveness of an alternative landfill based on Rocket Stove technology as an environmentally friendly waste management solution involving active participation from the community and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). A qualitative descriptive method with a participatory approach was employed, using field observations, interviews with residents and MSME actors, and environmental condition monitoring before and after the intervention. The program consisted of constructing a Rocket Stove facility, providing waste bins in MSME areas, and conducting education on waste segregation and management. The results showed a reduction in scattered waste around MSME locations from an average of 5 kg/day to 3 kg/day, a decrease in open burning practices, and improved community awareness regarding responsible waste disposal and management. Beyond technical outcomes, the program strengthened collaboration among students, village authorities, and local residents in environmental management efforts. The Rocket Stove–based alternative landfill demonstrates strong potential as an appropriate, sustainable, and replicable technology model for waste management in rural areas with similar characteristics.