Meningkatnya urbanisasi global menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pemanfaatan fasad bangunan sebagai media pertumbuhan lumut melalui konsep bioreceptive mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode surface treatment terhadap kuat tekan dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive mortar. Surface treatment dilakukan secara kimiawi menggunakan surface retarder dan asam klorida (HCl) 37% yang diaplikasikan pada umur mortar 14 hari. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari menggunakan benda uji kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm, sedangkan evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan menggunakan benda uji panel 10 cm × 10 cm × 2 cm dengan parameter pengamatan visual, analisis luas penyebaran menggunakan ImageJ, dan pengamatan mikroskopis menggunakan Dino-Lite. Parameter pendukung meliputi kekasaran permukaan, pH permukaan, dan water absorption. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan asam klorida menghasilkan kuat tekan tertinggi pada seluruh umur pengujian hingga mencapai 43,20 MPa pada umur 90 hari, sedangkan surface retarder menghasilkan kuat tekan terendah pada umur awal, terjadi pola kenaikan hingga umur 90 hari. Mortar dengan lumut secara konsisten menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan tanpa lumut, akibat kontribusi tidak langsung lumut membantu proses curing dan penutupan pori mikro. Hal ini dikarenakan hingga umur 90 hari, pertumbuhan lumut secara makroskopis belum teridentifikasi, namun pengamatan Dino-Lite mengkonfirmasi adanya aktivitas biologis pada skala mikro berupa terbentuknya struktur rizoid pada permukaan, dengan indikasi terjelas pada variasi asam klorida (HCl). Kedua metode surface treatment terbukti meningkatkan kekasaran permukaan secara signifikan dan menurunkan pH, dengan asam klorida sebagai metode paling efektif. Keberadaan lumut menurunkan nilai water absorption mortar pada seluruh variasi. Penelitian ini menyimpulkan periode pengamatan 90 hari belum cukup untuk mengidentifikasi pengaruh variasi surface treatment terhadap laju pertumbuhan lumut secara makroskopis, sehingga diperlukan periode pengamatan lebih panjang. Kata kunci: Bioreceptive mortar, kuat tekan, pertumbuhan lumut, surface treatment
Copyrights © 2026