Ananda Insan Firdausy
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Void Ratio dan Permeabilitas Beton Terhadap Kuat Tekan Beton Porous dengan RCA Naila Mahdiana; Eva Arifi; Wisnumurti Wisnumurti; Ananda Insan Firdausy
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.9

Abstract

The infrastructure development raises the potential of old building destruction and demolition. This fact will results an environmental damage if construction waste is not being properly utilized. One type of construction waste that can be utilized is concrete waste. To apply sustainable development, concrete waste can be reused and recycled into aggregate in the form of RCA (Recycled Coarse Aggregate). Natural Coarse Aggregates (NCA) and RCA are processed into 0.5-1 cm, 1-2 cm, and 0.5-2 cm sizes and later mixed with cement paste into porous or pervious concrete. Porous concrete is a non-structural concrete which is water-permeable and has large pores. This study aims to determine the effect of RCA on the velue of concrete compressive strength, the most optimal concrete variation, and the influence of void ratio and permeability to the compressive strength of porous concrete. The result reported that RCA affects the compressive strength,, it can be proven that any variation of aggregate size, concrete variation with 0% RCA has the higher value than the 100% RCA one. The optimum concrete condition is in variation of 50% RCA at aggregate size 0.5-2 cm. The compressive strength value is 10.211 MPa. This is due to the more diverse aggregates affecting the concrete density. The larger the pores of the concrete (void ratio), the permeability value will be higher and the higher void ratio and permeability of concrete, the value of the compressive strength of porous concrete will be lower.
Pengaruh Metode Surface Treatment terhadap Kuat Tekan dan Pertumbuhan Lumut Bioreceptive Mortar Herdiyansah, Didi Kurnia; Eva Arifi; Ananda Insan Firdausy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya urbanisasi global menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Salah satu solusi yang dikembangkan adalah pemanfaatan fasad bangunan sebagai media pertumbuhan lumut melalui konsep bioreceptive mortar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode surface treatment terhadap kuat tekan dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive mortar. Surface treatment dilakukan secara kimiawi menggunakan surface retarder dan asam klorida (HCl) 37% yang diaplikasikan pada umur mortar 14 hari. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari menggunakan benda uji kubus 5 cm × 5 cm × 5 cm, sedangkan evaluasi pertumbuhan lumut dilakukan menggunakan benda uji panel 10 cm × 10 cm × 2 cm dengan parameter pengamatan visual, analisis luas penyebaran menggunakan ImageJ, dan pengamatan mikroskopis menggunakan Dino-Lite. Parameter pendukung meliputi kekasaran permukaan, pH permukaan, dan water absorption. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan asam klorida menghasilkan kuat tekan tertinggi pada seluruh umur pengujian hingga mencapai 43,20 MPa pada umur 90 hari, sedangkan surface retarder menghasilkan kuat tekan terendah pada umur awal, terjadi pola kenaikan hingga umur 90 hari. Mortar dengan lumut secara konsisten menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan tanpa lumut, akibat kontribusi tidak langsung lumut membantu proses curing dan penutupan pori mikro. Hal ini dikarenakan hingga umur 90 hari, pertumbuhan lumut secara makroskopis belum teridentifikasi, namun pengamatan Dino-Lite mengkonfirmasi adanya aktivitas biologis pada skala mikro berupa terbentuknya struktur rizoid pada permukaan, dengan indikasi terjelas pada variasi asam klorida (HCl). Kedua metode surface treatment terbukti meningkatkan kekasaran permukaan secara signifikan dan menurunkan pH, dengan asam klorida sebagai metode paling efektif. Keberadaan lumut  menurunkan nilai water absorption mortar pada seluruh variasi. Penelitian ini menyimpulkan periode pengamatan 90 hari belum cukup untuk mengidentifikasi pengaruh variasi surface treatment terhadap laju pertumbuhan lumut secara makroskopis, sehingga diperlukan periode pengamatan lebih panjang. Kata kunci: Bioreceptive mortar, kuat tekan, pertumbuhan lumut, surface treatment
Pengaruh Penambahan Biochar sebagai Subtitusi Semen Terhadap Bioreseptivitas dan Mutu Mortar Musyaffa', Alif; Eva Arifi; Ananda Insan Firdausy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan perkotaan menyebabkan berkurangnya ruang hijau sehingga diperlukan material konstruksi yang mampu mendukung pertumbuhan vegetasi. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah mortar bioreseptif, yaitu mortar yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kolonisasi organisme seperti lumut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan biochar tempurung kelapa sebagai substitusi sebagian semen terhadap kuat tekan, pH permukaan, daya serap air, dan bioreseptivitas mortar yang ditinjau dari pertumbuhan lumut. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan variasi kadar biochar sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari menggunakan benda uji kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm. Pengujian pH dilakukan secara berkala hingga umur 90 hari, sedangkan evaluasi bioreseptivitas dilakukan menggunakan benda uji panel berukuran 10 × 10 × 2 cm melalui analisis luas penyebaran lumut menggunakan perangkat lunak ImageJ dan pengamatan mikroskopis menggunakan Dino-Lite. Pengujian penyerapan air dilakukan pada umur 90 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan biochar memengaruhi sifat mekanis dan bioreseptivitas mortar. Variasi biochar 2,5% menghasilkan kuat tekan optimum pada umur 56 hari tanpa lumut sebesar 37,60 MPa, sedangkan mortar dengan lumut menunjukkan kecenderungan penurunan kuat tekan pada umur 90 hari. Nilai pH seluruh variasi menurun dari pH 12 menjadi pH 10–11 seiring bertambahnya umur mortar, dengan penurunan lebih cepat pada variasi yang mengandung biochar. Penambahan biochar juga menurunkan daya serap air dibandingkan mortar kontrol. Berdasarkan analisis ImageJ dan pengamatan mikroskopis, variasi biochar 5% menunjukkan bioreseptivitas paling baik dengan luas penyebaran lumut sebesar 68,04% pada umur 90 hari serta perkembangan rizoid yang lebih optimal dibandingkan variasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tempurung kelapa berpotensi meningkatkan bioreseptivitas mortar dengan tetap mempertahankan mutu mekanis pada kadar substitusi tertentu. Kata kunci: biochar tempurung kelapa, mortar bioreseptif, lumut, kuat tekan, pH, ImageJ.