Kerusakan jalan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang dipengaruhi oleh beban lalu lintas berlebih serta kondisi iklim tropis yang mempercepat terjadinya deformasi permanen (rutting). Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja campuran aspal adalah melalui penambahan graphene oxide (GO) sebagai bahan aditif berbasis nanoteknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan graphene oxide terhadap kinerja Marshall campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) serta menentukan kadar graphene oxide optimum dengan variasi kadar graphene oxide sebesar 0,01%; 0,02%; 0,03%; 0,04%; dan 0,05% pada kadar variasi aspal 5,4%; 5,9%; dan 6,4%. Prosedur pencampuran mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Penelitian diharapkan mampu menunjukkan pengaruh graphene oxide terhadap karakteristik Marshall serta menghasilkan kadar optimum yang dapat meningkatkan ketahanan campuran terhadap rutting dan memperbaiki performa perkerasan jalan. Hasil penelitian diharapkan menjadi alternatif pengembangan material perkerasan jalan yang lebih tahan lama serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026