Gedung dengan konsep desain arsitektur modern berupa ruang bebas kolom (column-free space) bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan ruang, namun berakibat pada penggunaan sistem pelat bentang lebar. Sistem pelat bentang lebar harus memiliki kekuatan penampang serta kemampuan layan yang memadai untuk menahan beban yang diterima. Dalam hal ini, waffle slab dapat menjadi solusi, karena memiliki sistem struktur berupa konfigurasi rusuk yang menyediakan kekuatan serta kekakuannya. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kekuatan dan lendutan waffle slab bentang lebar dengan variasi jarak rusuk dalam arah-x dan y, serta adanya penambahan balok interior. Tinjauan kekuatan pelat dilakukan berdasarkan perbandingan persentase reduksi berat sendiri pelat, rasio kekuatan lentur dan geser, serta rasio efisiensi pelat. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi dengan lx = ly , merupakan yang paling optimal dalam aspek kekuatan dan efisiensi berat serta lendutan. Sementara itu, konfigurasi dengan lx < ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-, sedangkan konfigurasi pelat A dengan lx > ly dominan menghasilkan rasio kekuatan tertinggi pada arah-y. Penambahan balok interior memberikan pengaruh yang cukup bervariasi terhadap kekuatan pelat baik dalam arah-x maupun arah-y. Namun, penambahan balok interior mampu mereduksi nilai lendutan pelat. Selain itu konfigurasi pelat denganĀ lx = ly mampu menghasilkan nilai lendutan yang paling optimal.
Copyrights © 2026