Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal

Analisis Perbaikan Tanah Sistem Matras Cerucuk Bambu Kombinasi Geotextile dan PVD Menggunakan Finite Element Method pada Konstruksi Jalan Tol Terintegrasi Tanggul Laut

Rahmawati, Rani (Unknown)
As’ad Munawir (Unknown)
Eko Andi Suryo (Unknown)



Article Info

Publish Date
23 Jul 2026

Abstract

Abstrak: Perbaikan tanah system matras cerucuk bambu, geotextile, dan PVD pada konstruksi timbunan badan jalan tol. Kawasan pesisir utara Kota Semarang tergolong wilayah bertanah lunak dengan daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi, sehingga pembangunan konstruksi timbunan jalan tol pada area tersebut rentan mengalami penurunan besar serta membutuhkan waktu konsolidasi yang panjang. Kajian ini disusun untuk mengkaji perilaku timbunan pada ruas Jalan Tol Semarang–Demak dengan membandingkan tiga skenario, yaitu tanpa perbaikan tanah, perbaikan menggunakan matras cerucuk bambu yang dipadukan dengan geotextile, serta skenario tambahan berupa pemasangan prefabricated vertical drain (PVD). Simulasi numerik dilakukan dengan metode elemen hingga (finite element method) melalui software PLAXIS 2D pada penampang melintang timbunan Zona N STA 4+325. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa konfigurasi timbunan tanpa sistem perbaikan tanah tidak mampu memenuhi kriteria stabilitas terhadap beban rencana.Kondisi tersebut ditunjukkan oleh terjadinya kegagalan mekanis pada tanah dasar. Penerapan matras cerucuk bambu bersama geotextile terbukti mampu menaikkan kestabilan sehingga timbunan dapat dibangun hingga mencapai elevasi rencana dengan kondisi yang memenuhi aspek keamanan. Penambahan PVD tidak banyak mengubah besaran penurunan akhir, yakni 6,584 m tanpa PVD berbanding 6,270 m dengan PVD, namun berkontribusi besar dalam mempercepat waktu pencapaian derajat konsolidasi 90% (t90) dari 5.039 hari menjadi 1.640 hari, atau menghasilkan percepatan waktu konsolidasi sebesar 67,45%. Proses disipasi tekanan air pori berlebih (excess pore water pressure) pada tanah juga berlangsung lebih efektif dengan adanya sistem drainase vertikal, sehingga peningkatan kuat geser tanah (soil strength gain) akibat proses konsolidasi dapat tercapai dalam periode yang lebih singkat. Validasi hasil pemodelan terhadap data pengamatan lapangan menggunakan settlement plate menunjukkan tingkat korelasi yang baik antara hasil analisis numerik dan perilaku aktual di lapangan, dengan diperoleh nilai rata-rata error sebesar  3,68%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem kombinasi matras cerucuk bambu, geotekstil, dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif metode perbaikan tanah lunak yang efektif untuk meningkatkan stabilitas timbunan serta mempercepat proses konsolidasi pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir.  Kata Kunci: Tanah Lunak, Matras Cerucuk Bambu, Geotextile, Prefabricated Vertical Drain, Konsolidasi, PLAXIS 2D, Metode Elemen Hingga. 

Copyrights © 2026