Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS STABILITAS TIMBUNAN SAMPAH DI TPA SEGAWE, KABUPATEN TULUNGAGUNG AKIBAT PENGARUH AIR HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Tuhepaly, Achmad Fahmi; Arief Rachmansyah; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk akibat fertilitas (angka kelahiran) maupun migrasi (perpindahan) telah menyebabkan produksi sampah meningkat. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung pada tahun 2020 berjumlah 66.321 jiwa dengan luas daerah Kabupaten Tulungagung kurang lebih 1.055,65 km². DLH (Dinas Lingkungan Hidup) mencatat pada tahun 2022 jumlah sampah mencapai 120 ton/hari. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung mengoperasikan fasilitas pembuangan dan pengolahan limbah rumah tangga yang dijuluki TPA Segawe yang memiliki luas TPA sekitar 5 hektare serta memiliki status sebagai aset milik pemerintah daerah. Apabila peningkatan produksi sampah ini tidak diiringi dengan evaluasi dan perbaikan fasilitas pengelolaan sampah, berbagai masalah serius dapat timbul, seperti pencemaran lingkungan dan kerugian kesehatan masyarakat. Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tulungagung, pada tahun 2022, kapasitas TPA diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama dua tahun lagi dari masyarakat Kabupaten Tulungagung. Oleh karena itu, diperlukan analisis stabilitas lereng untuk mengetahui ketinggian maksimum lereng agar efisiensi dan umur TPA dapat diperhitungkan sesuai kondisi di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas kondisi timbunan sampah pada saat kering dan basah di TPA Segawe, Kabupaten Tulungagung, serta mengetahui hasil analisis stabilitas timbunan sampah pada saat ketinggian maksimum dalam keadaan tanah yang stabil. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah pada TPA Segawe pada bulan Desember 2023 dan referensi terdahulu. Sampel tanah dasar diuji di Laboratorium Mekanika Tanah & Geologi Universitas Brawijaya dan disimulasikan berdasarkan komposisi/properties sampah di TPA Segawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian maksimum dari stabilitas lereng pada TPA Segawe adalah 23 meter dengan kemiringan sudut 30 derajat. Nilai faktor keamanan lereng timbunan sampah di TPA Segawe pada bulan Desember 2023 memiliki ketinggian maksimum 23 meter dengan sudut kemiringan 30°. Nilai faktor keamanan timbunan sampah pada kondisi eksisting adalah 1,99, yang menunjukkan bahwa lereng dalam kondisi aman dan masih dapat ditinggikan. Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan bahwa lereng dengan sudut kemiringan 30 derajat berkategori aman hingga ketinggian 23 meter (SF>1,25). Untuk kemiringan lereng 45 dan 60 derajat, lereng berkategori labil pada ketinggian 23 meter (SF<1,2). Penambahan ketinggian timbunan yang melebihi nilai tersebut tidak disarankan karena sudah memasuki batas keruntuhan lereng. Nilai faktor keamanan lebih besar ketika lereng dan material dalam keadaan kering daripada basah, dikarenakan adanya air yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Sebagai contoh, lereng akan mengalami penurunan faktor keamanan sebesar 33,3% atau sama dengan koefisien pengali sebesar 2/3 ketika dalam kondisi basah. Kata kunci: Stabilitas, Timbunan, Sampah, TPA, Tulungagung, Hujan, Lereng, Kemiringan, Keamanan, Analisis
Integrasi Manajemen Risiko dengan BIM 4D dan Event Tree Analysis (ETA) pada Konstruksi Jembatan (Studi Kasus: Jembatan 6 STA 19+881 Tol Akses Patimban Paket 1) Satria Azhari; As’ad Munawir; Indradi Wijatmiko
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Building Information Modeling (BIM) 4D mendukung manajemen risiko konstruksi melalui integrasi model 3D dan jadwal proyek, memungkinkan analisis potensi kecelakaan secara spasial dan temporal. Penelitian ini menganalisis risiko kerja pada Jembatan No.6 STA 19+881 Tol Akses Patimban dengan pendekatan BIM 4D, AHP, dan Event Tree Analysis (ETA). Model 3D dibuat menggunakan Autodesk Revit, prioritas risiko dinilai dengan AHP (8 responden), dan analisis skenario risiko melalui ETA (7 responden). Hasil AHP menunjukkan pekerjaan girder paling berisiko, dengan “tertimpa girder jatuh” sebagai initial event utama. ETA menghasilkan 16 skenario dengan probabilitas: kecelakaan ringan (2,165 × 10⁻³), sedang (3,251 × 10⁻⁶), berat (2,0005 × 10⁻⁹), serta tidak terjadi kecelakaan (0,5408). Mitigasi efektif meliputi pengecekan sling, pembatasan area, kepatuhan SOP, dan APD. Seluruh data diintegrasikan ke BIM 4D menggunakan Autodesk Navisworks, memungkinkan visualisasi risiko secara real-time. Pendekatan ini terbukti mendukung keselamatankerja proyek infrastruktur jembatan.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK CAMPURAN RCA-GEOBEAD BERBASIS GEOPOLIMER DENGAN LAMA PERAWATAN UNTUK FA 40% Ikhsan Aiman Hakim; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan material konstruksi yang ramah lingkungan terus meningkat seiring bertambahnya limbah beton dan tingginya konsumsi agregat alam pada pembangunan infrastruktur jalan. Recycled Concrete Aggregate (RCA) berpotensi digunakan kembali sebagai material konstruksi, namun keberadaan mortar lama dan porositas yang relatif tinggi masih memengaruhi berat isi serta sifat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik campuran RCA-Geobead berbasis geopolimer dengan fly ash tetap sebesar 40% melalui variasi geobead 20% dan 30% serta lama perawatan 3, 7, dan 14 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi karakteristik bahan dasar, berat isi kering, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, Los Angeles Abrasion, dan analisis deformasi timbunan menggunakan Finite Element Method (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan geobead dari 20% menjadi 30% menurunkan berat isi kering campuran hingga sekitar 10%, sedangkan bertambahnya lama perawatan meningkatkan kuat tekan hingga 80%, kuat tarik belah hingga 116%, dan kuat lentur hingga 138%. Pada pembebanan 700 kPa, campuran geobead 20% dan 30% dengan lama perawatan 14 hari menghasilkan defleksi masing-masing sebesar 2,23 mm dan 2,58 mm, sehingga lebih kecil daripada struktur acuan sebesar 3,525 mm. Berdasarkan hasil tersebut, lama perawatan 14 hari menghasilkan karakteristik campuran paling optimal dalam rentang pengujian dan menunjukkan potensi RCA-Geobead berbasis geopolimer sebagai  material ringan lapis fondasi bawah dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara penurunan berat isi dan kebutuhan kekuatan mekanis.
Analisis Perbaikan Tanah Sistem Matras Cerucuk Bambu Kombinasi Geotextile dan PVD Menggunakan Finite Element Method pada Konstruksi Jalan Tol Terintegrasi Tanggul Laut Rahmawati, Rani; As’ad Munawir; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perbaikan tanah system matras cerucuk bambu, geotextile, dan PVD pada konstruksi timbunan badan jalan tol. Kawasan pesisir utara Kota Semarang tergolong wilayah bertanah lunak dengan daya dukung rendah dan tingkat kompresibilitas tinggi, sehingga pembangunan konstruksi timbunan jalan tol pada area tersebut rentan mengalami penurunan besar serta membutuhkan waktu konsolidasi yang panjang. Kajian ini disusun untuk mengkaji perilaku timbunan pada ruas Jalan Tol Semarang–Demak dengan membandingkan tiga skenario, yaitu tanpa perbaikan tanah, perbaikan menggunakan matras cerucuk bambu yang dipadukan dengan geotextile, serta skenario tambahan berupa pemasangan prefabricated vertical drain (PVD). Simulasi numerik dilakukan dengan metode elemen hingga (finite element method) melalui software PLAXIS 2D pada penampang melintang timbunan Zona N STA 4+325. Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa konfigurasi timbunan tanpa sistem perbaikan tanah tidak mampu memenuhi kriteria stabilitas terhadap beban rencana.Kondisi tersebut ditunjukkan oleh terjadinya kegagalan mekanis pada tanah dasar. Penerapan matras cerucuk bambu bersama geotextile terbukti mampu menaikkan kestabilan sehingga timbunan dapat dibangun hingga mencapai elevasi rencana dengan kondisi yang memenuhi aspek keamanan. Penambahan PVD tidak banyak mengubah besaran penurunan akhir, yakni 6,584 m tanpa PVD berbanding 6,270 m dengan PVD, namun berkontribusi besar dalam mempercepat waktu pencapaian derajat konsolidasi 90% (t90) dari 5.039 hari menjadi 1.640 hari, atau menghasilkan percepatan waktu konsolidasi sebesar 67,45%. Proses disipasi tekanan air pori berlebih (excess pore water pressure) pada tanah juga berlangsung lebih efektif dengan adanya sistem drainase vertikal, sehingga peningkatan kuat geser tanah (soil strength gain) akibat proses konsolidasi dapat tercapai dalam periode yang lebih singkat. Validasi hasil pemodelan terhadap data pengamatan lapangan menggunakan settlement plate menunjukkan tingkat korelasi yang baik antara hasil analisis numerik dan perilaku aktual di lapangan, dengan diperoleh nilai rata-rata error sebesar  3,68%. Berdasarkan hasil tersebut, sistem kombinasi matras cerucuk bambu, geotekstil, dan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dapat dipertimbangkan sebagai alternatif metode perbaikan tanah lunak yang efektif untuk meningkatkan stabilitas timbunan serta mempercepat proses konsolidasi pada pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pesisir.  Kata Kunci: Tanah Lunak, Matras Cerucuk Bambu, Geotextile, Prefabricated Vertical Drain, Konsolidasi, PLAXIS 2D, Metode Elemen Hingga. 
Pengaruh Aktivator dan Prekursor dengan Fly Ash 40% pada Kinerja Timbunan Lapisan Pondasi Jalan Menggunakan RCA melalui Proses Geopolimerisasi Ramadhani, Fadhilah; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia dihadapkan pada dua tantangan yang saling berkaitan, yaitu terbatasnya ketersediaan agregat alam serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan limbah fly ash dari industri pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi rasio aktivator (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:1; 1:2; 2:3; 3:7) dan rasio aktivator terhadap prekursor (AC/FA = 0,4; 0,6; 0,8; 1,0) pada campuran RCA dengan fly ash tipe C sebesar 40% yang distabilisasi melalui proses geopolimerisasi, untuk digunakan sebagai material lapis pondasi jalan. Pengujian laboratorium meliputi workability, setting time, densitas, kuat tekan bebas (UCS), kuat lentur, kuat tarik belah, serta ketahanan abrasi Los Angeles, dilanjutkan dengan analisis numerik metode elemen hingga pada tiga skenario struktur perkerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio AC/FA memperpanjang setting time dan menurunkan densitas akibat bertambahnya cairan bebas dalam campuran. Komposisi optimum diperoleh pada rasio NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2 dan AC/FA = 0,6 (kode RF40.1/2.0,6) dengan kuat tekan 6,534 MPa, kuat lentur 1,607 MPa, kuat tarik belah 0,53 MPa, dan modulus elastisitas 778.349,88 kN/m² pada umur curing 3 hari, seluruhnya memenuhi persyaratan Cement Treated Base. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi dengan material geopolimer RCA–fly ash mampu menurunkan defleksi vertikal hingga 24,78% dan meningkatkan kapasitas dukung struktur sebesar 42,9% dibandingkan struktur acuan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, serta memungkinkan reduksi ketebalan lapis pondasi hingga 58% tanpa penurunan kinerja struktural yang berarti. Kata kunci: geopolimerisasi, Recycled Concrete Aggregate, fly ash, lapis pondasi jalan, metode elemen hingga