Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji dampak penerapan redesain tata ruang terhadap permasalahan kepadatan antrean pada Outlet Boost yang menerapkan konsep pelayanan grab and go. Permasalahan yang ditemukan meliputi keterbatasan ruang kerja bagi staf, belum optimalnya area tunggu pelanggan, serta pola pelayanan yang menyebabkan terjadinya penumpukan aktivitas pada titik tertentu. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta perbandingan kondisi sebelum dan sesudah dilakukan redesain (before-after study). Perancangan ulang tata ruang dilakukan dengan mengacu pada prinsip ergonomi, facility layout, Activity Relationship Chart (ARC), dan Systematic Layout Planning (SLP) guna menciptakan susunan ruang yang lebih efektif dan mendukung kelancaran pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan redesain mampu meningkatkan keteraturan alur pergerakan pelanggan dan staf, mengurangi hambatan sirkulasi, serta membentuk sistem pelayanan yang lebih efisien. Dengan demikian, redesain tata ruang memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kinerja operasional outlet sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna ruang.
Copyrights © 2026