Hadis yang merupakan pedoman hidup kedua bagi umat Islam setelah al-Qur’an memiliki periwayatan dan penulisan yang jauh berbeda dengan Al-Qur’an. Periwayatan hadis sebagian dilakukan secara mutawatir dan sebagian lagi secara Ah}a>d. Dengan demikian, diperlukan pengkajian dan penelitian lebih lanjut serta mendalam terhadap sanad maupun matan hadis dengan metode-metode tertentu sehingga bisa dipastikan otentisitas hadis benar-benar berasal dari Nabi SAW. Penelitian hadis sebagai negasi otentisitas hadis merupakan hal yang penting. Namun saat ini, banyak pemikir muslim menghadapi banyak tantangan terhadap gagasan Islam klasik tentang persoalan otentisitas hadis. Ada celah keraguan yang dilontarkan oleh kelompok Inkarus Sunnah yang skeptis bahkan menolak otentisitas hadis. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis metodologi ulumul hadis dan menjawab keraguan kelompok inkarus sunnah terkait otentisitas hadits. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (libary research). Data diperoleh dari kitab-kitab hadis klasik dan dianalisis secara deskriptif-analitis untuk memahami konsep otentisitas hadis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua hadis itu otentik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Suatu hadis dinyatakan otentik apabila hadis tersebut terbukti shahih secara sanad dan juga shahih secara matannya.
Copyrights © 2026