Investasi emas sebagai salah satu instrumen safe haven yang banyak dipilih masyarakat pada saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Namun, keputusan investasi emas sering kali tidak didasarkan pada pertimbangan rasional, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang mendorong munculnya perilaku investasi yang irasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku investor terhadap fluktuasi harga emas, mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi, serta mengungkap fenomena psikologi terbalik (reverse investment psychology) dalam investasi emas. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang berlandaskan teori behavioral finance. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap investor emas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku investor lebih dipengaruhi oleh respons emosional daripada analisis rasional, yang tercermin dalam kecenderungan membeli emas ketika harga meningkat akibat fear of missing out (FOMO) dan optimisme memperoleh keuntungan, serta menjual emas ketika harga menurun karena dipengaruhi loss aversion dan kepanikan pasar. Selain itu, herding behavior, overconfidence, dan pesatnya penyebaran informasi melalui media digital turut memperkuat terbentuknya perilaku psikologi terbalik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bias psikologis memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan investasi emas sehingga perilaku investor sering menyimpang dari prinsip investasi yang rasional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, kemampuan analisis, dan pengendalian emosi, serta perlunya edukasi investasi berbasis behavioral finance oleh berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih objektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026