Galeri/Museum Sejarah dan Budaya Indonesia Tionghoa memiliki peran penting sebagai sarana pelestarian sejarah, budaya, dan edukasi masyarakat mengenai kontribusi komunitas Tionghoa dalam perkembangan bangsa Indonesia. Namun, upaya penyebarluasan informasi dan komunikasi identitas budaya museum kepada masyarakat masih memerlukan media yang mampu menyampaikan karakter institusi secara lebih efektif dan menarik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan media brosur yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai media representasi visual identitas ruang budaya museum. Pendekatan yang digunakan mengacu pada teori multimodal dan identitas yang memandang bahwa identitas dapat dikonstruksi melalui berbagai sumber daya semiotik, seperti fotografi, warna, bentuk, tekstur, tipografi, dan tata letak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa identitas ruang budaya museum dibentuk oleh tiga dimensi utama, yaitu sejarah komunitas Indonesia-Tionghoa, warisan budaya Tionghoa, dan fungsi edukatif museum. Ketiga dimensi tersebut diterjemahkan ke dalam elemen-elemen visual melalui pemilihan fotografi, penggunaan warna, bentuk, tekstur, tipografi, dan komposisi yang mendukung pembentukan citra institusi sebagai pusat pelestarian sejarah Indonesia-Tionghoa, ruang pembelajaran budaya, serta institusi budaya yang modern dan terbuka bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan multimodal dapat digunakan sebagai metode untuk mentranslasikan identitas ruang budaya ke dalam media komunikasi visual yang lebih komunikatif dan representatif.
Copyrights © 2026