Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode talaqqi dan Al-Qasimi dalam pembelajaran bahasa Arab serta hambatan yang dihadapi guru di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Subulussalam Yaminas Noling Kabupaten Luwu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu guru bahasa Arab, satu musyrifah, dan lima santri. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diterapkan melalui kegiatan mendengar, menirukan, dan koreksi langsung, sedangkan metode Al-Qasimi diterapkan melalui pengulangan dan hafalan. Kedua metode sesuai dengan karakteristik santri tahfiz, tetapi masih menghadapi hambatan berupa kelas heterogen, keterbatasan waktu, kesulitan pelafalan, dan hafalan mufradāt.
Copyrights © 2026