Penurunan kualitas perairan Sungai Batanghari akibat aktivitas pencemaran antropogenik telah mengurangi keanekaragaman ikan secara signifikan dari 297 spesies menjadi ±134 spesies dalam dua dekade terakhir. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi untuk mengidentifikasi spesies ikan langka dan terancam punah, menilai karakteristik habitatnya, serta menyusun rancangan konservasi berbasis zonasi. Data diperoleh pada musim hujan 2023 dan musim kemarau 2024 melalui survei, pemetaan habitat, studi populasi ikan, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasil penelitian yang dilakukan di berbagai stasiun di KCBN Muaro Jambi, ditemukan 38 spesies ikan dengan status konservasi menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), seperti Betta rubra dan Betta picta (EN), Hemibagrus planiceps (VU), dan Trichopodus leerii (NT). Rancangan zonasi konservasi meliputi zona inti (Danau Klari, Sungai Melayu) untuk perlindungan habitat dan populasi ikan langka, zona pemanfaatan Terbatas (Sungai Jambi, Parit Johor) untuk kegiatan restocking dan penangkapan ikan terbatas, serta zona penyangga (Hilir Sungai Berembang, Danau Tebat Patah, Kolam Telago Rajo) untuk pemulihan habitat oleh masyarakat. Zonasi ini diharapkan dapat melestarikan keanekaragaman hayati perairan Sungai Batanghari dan mendukung pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026