Program urban farming merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, serta mendukung kesejahteraan rumah tangga di wilayah perkotaan. Namun, pelaksanaannya pada berbagai kelompok tani masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi anggota, lemahnya kelembagaan kelompok, dan belum optimalnya keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program urban farming, mengkaji strategi pemberdayaan petani yang diterapkan, serta merumuskan strategi prioritas untuk mendukung keberlanjutan program. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyup Rukun, Padukuhan Sonopakis Lor, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan melibatkan tujuh anggota sebagai informan utama. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, kemudian dilanjutkan dengan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS serta penentuan strategi prioritas menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan petani dilakukan melalui peningkatan partisipasi anggota, kepemimpinan partisipatif, penguatan kelembagaan, pembelajaran berkelanjutan, dan pengembangan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Analisis SWOT menempatkan KWT Guyup Rukun pada Kuadran I (Growth Strategy) dengan nilai IFAS 2,67 dan EFAS 2,70. Analisis QSPM menghasilkan strategi prioritas berupa peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan, pendampingan budidaya, pengolahan hasil, dan penguatan kelembagaan dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 6,28. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis SWOT dan QSPM dalam penyusunan strategi pemberdayaan petani pada tingkat Kelompok Wanita Tani. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah bagi penelitian selanjutnya serta mendukung penyusunan kebijakan pengembangan urban farming yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026