Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usahatani Temulawak di Desa Growong Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang Setya Anggit Hendrajaya; Agus Wartapa; Ananti Yeti
Jurnal Agristan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v4i2.5434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada usahatani temulawak, (2) Kelayakan usahatani temulawak, (3) Nilai Break Even Point (BEP) usahatani temulawak. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dan populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 petani temulawak dengan menggunakan teknik sensus. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan observasi. Jenis penelitian berupa jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi usahatani di tahun pertama sebesar Rp. 55.045.700, di tahun kedua dan ketiga sebesar Rp. 8.575.200. Penerimaan yang diterima pada tahun pertama sebesar Rp. 103.338.000, di tahun kedua Rp. 125.838.000, dan di tahun ketiga Rp. 118.338.000. Pendapatan yang diterima di tahun pertama sebesar Rp. 48.292.300, di tahun kedua Rp.117.262.800, dan tahun ketiga sebesar Rp. 109.762.800. Berdasar hasil perhitungan kelayakan usahatani temulawak di dapat nilai R/C ratio dari tahun pertama hingga ketiga 1, maka dapat dikatakan usahatani layak untuk diusahakan. Berdasar nilai B/C ratio usahatani temulawak akan layak ketika sudah memasuki tahun kedua dan ketiga. Untuk nilai BEP Penerimaan Penerimaan dan nilai BEP Harga Harga jual temulawak basah, sehingga berdasar analisis BEP usahatani temulawak layak untuk diusahakan.Kata Kunci : Analisis Kelayakan, Pendapatan, Penerimaan, Temulawak
Aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat dan Fungi Mikoriza Arbuskula dalam Meningkatkan Hasil dan Mutu Benih Kacang Tanah Pitri Ratna Asih; Agus Wartapa
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6328

Abstract

pemberian bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas fluorescens) dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap hasil dan mutu benih kacang tanah di tanah lathosol, serta mendapatkan kombinasi bakteri pelarut fosfat (P. fluorescens) dan FMA yang terbaik dalam meningkatkan hasil dan mutu benih kacang tanah di lahan lathosol. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan meliputi BP1 (Kontrol tanpa pemupukan), BP2 (Pupuk P (100 kg SP36/ha)), BP3 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (10gr/tanaman)), BP4 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), BP5 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)), BP6 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (10 gr/tanaman)), BP7 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), BP8 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)), BP9 (P. fluorescens (109cfu mL-1) + FMA (10 gr/tanaman)), BP10 (P. fluorescens (109cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), dan BP11 (P. fluorescens (109 cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)). Hasil menunjukkan perlakuan bakteri pelarut fosfat dan FMA tidak berpengaruh terhadap hasil dan mutu benih kacang tanah pada tanah dengan pH rendah yaitu 5.11. Perlakuan BP9 memiliki kecenderungan  mampu meningkatkan jumlah polong isi, menekan jumlah polong cipo dan meningkatkan indeks vigor lebih baik dibandingkan kontrol. Perlakuan BP2 mampu memberikan kecenderungan menaikkan daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum
Pengaruh Metode Pengeringan Dan Tingkat Ketebalan Penjemuran Terhadap Mutu Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Isna Nur Fadhila; Agus Wartapa; Suharno Suharno
AGRITROP Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i2.8269

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pertanian yang menjadi sumber pangan bagi sebagian besar penduduk di Indonesia. Peningkatan kebutuhan pangan sejalan dengan penyediaan benih padi berkualitas. Salah satu permasalahan dalam produksi yaitu pada pasca panen khususnya pengeringan. Proses pengeringan yang kurang tepat mampu menurunkan mutu pada benih. Adanya inovasi dan anjuran perlu diterapkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan pengeringan terhadap laju penurunan kadar air, mutu viabilitas benih, dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Balai Benih Pertanian Bantul dan Laboratorium Teknologi Benih Polbangtan Yogyakarta dari bulan Maret hingga Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu metode penjemuran terdiri dari tiga aras yaitu alas terpal (M1), sungkup (M2), lantai jemur (M3), dan ketebalan lapisan penjemuran yang terdiri dari tiga aras, yaitu 3 cm (T1), 6 cm (T2), dan 9 cm (T3). Parameter pengujian yaitu kadar air dan lama penjemuran, suhu dan kelembapan, potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, persentase pertumbuhan di lapangan, tinggi tanaman, jumlah anakan, serta jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penjemuran berbeda nyata terhadap potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah.
Potensi Hasil Tiga Galur Semangka (Citrullus vulgaris) Generasi Pertama (F1) dengan Tipe Warna Kulit Gelap Indri Mulyani; Agus Wartapa; Rajiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil tiga galur semangka (Citrullus vulgaris) generasi pertama dengan tipe warna kulit gelap. Penelitian ini dilaksanakan di kebun RnD PT Tunas Agro Persada Boyolali pada bulan September hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode single plant, yaitu setiap individu tanaman ditanam dan diamati secara terpisah di lingkungan pertanaman yang seragam tanpa ulangan, dalam penelitian ini terdapat 3 ulangan dengan jumlah 40 tanaman setiap ulangan sehingga terdapat 120 tanaman. Parameter yang diamati meliputi bentuk daun, bentuk penampang batang, warna batang, warna tulang daun, warna buah, warna kulit buah, keberadaan lirik/strip, waktu polinasi, posisi buah, jumlah benih, bobot buah, panjang buah, tebal kulit, lebar buah, dan tingkat kemanisan, data yang diperoleh di analisis menggunkan ANOVA di lanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur S061 memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan dua galur lainnya (galur S072, dan S083). Galur S061 menunjukkan posisi buah berada di rata-rata ketiak daun ke-10,4, bobot buah rata-rata 5,1 kg, panjang buah rata-rata 37,36 cm, dan lebar buah rata-rata 15,6 cm. Galur S061 berpotensi menjadi kandidat unggul untuk pengembangan semangka berkulit gelap dengan hasil optimal.
Analisis Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Kampung Nanas di Kalurahan Margoluwih, Seyegan, Sleman: Penelitian Jihani Nurseha; Siti Nurlaela; Agus Wartapa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.801

Abstract

Community empowerment is a strategic effort to increase the independence and welfare of residents through the utilization of local potential. This empowerment through the Kampung Nanas program focuses on the cultivation of Smooth Cayenne pineapple varieties. However, the empowerment approach taken has not been optimal. This study aims to analyze the factors that influence the community empowerment process and formulate strategies that can be applied in Margoluwih Village. The research approach uses a qualitative method with case studies, involving observation, interviews, and Focus Group Discussions (FGD). The analysis used is SWOT and QSPM. The results of the study indicate that technical training on good and correct pineapple cultivation, as well as providing access for the community to consult with experts in the field, plays an important role in improving the quality of pineapple cultivation. This effort is expected to produce optimal pineapple plants. In addition, ongoing assistance and regular meetings have proven to be effective strategies in empowering communities in Margoluwih Village. This study confirms that an empowerment strategy based on a participatory model, with financial support from the government and the involvement of millennial farmers as assistants, can increase the sustainability of community empowerment programs through the Kampung Nanas program. Therefore, village governments and agricultural extension workers need to design collaborations to increase community income in a sustainable manner.
Daya Hasil Galur Tomat Hibrida Dataran Rendah (Solanum lycopersicum L.) Di Kediri Jawa Timur: Penelitian Alfiyah Rubet Lestari; Sari Megawati; Agus Wartapa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1080

Abstract

Tomat ( Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang unggul, hal ini dikarenakan tomat memiliki kandungan gizi dan prospek pasar yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan daya hasil dari 7 galur tomat di dataran rendah dengan 2 varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 sampai November 2024 di Lahan CV Ever Fresh Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakukan diantaranya 7 galur ( 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409 ) dan 2 varietas pembanding ( Corona F1, Servo F1 ) masing-masing perlakukan dilakukan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam atau uji F dengan taraf 5% dan apabila hasilnya menyatakan beda nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNJ dengan taraf 5%. Perlakuan 2404 memberikan hasil terbaik dengan jumlah buah per tanaman mencapai 50,33 buah dan produksi per hektar sebesar 36,68 ton, serta daya simpan terpanjang yaitu 23,67 hari. Sementara itu, perlakuan 2409 memiliki umur panen paling lambat yaitu 60 hari, sedangkan 2404 berbunga paling awal pada 23 hari. Secara keseluruhan, perlakuan 2404 menonjol pada produktivitas dan efisiensi, sehingga menjadi pilihan terbaik untuk hasil yang maksimal.
PHYSIOLOGICAL QUALITY OF PAPAYA SEEDS (CARICA PAPAYA L.) AS AFFECTED BY KNO₃ PRIMING AND STORAGE DURATION Malik, Abi; Wartapa, Agus; Aziza, Elea Nur
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 8 (2025): JULY
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i8.853

Abstract

This study investigates the effects of KNO₃ priming timing and storage duration on the physiological quality of papaya seeds (Carica papaya L.). A factorial randomized block design was used with two factors: priming timing no priming (P0), priming before germination (P1), after seed extraction (P2), and after drying (P3); and storage duration 1 month (L1), 2 months (L2), and 3 months (L3). Observed parameters included growth uniformity, growth rate, vigor index, germination percentage, and maximum growth potential. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level. Results showed that priming before germination (P1) significantly improved growth uniformity and growth rate, while storage for two months (L2) yielded the best physiological seed quality in most parameters. A significant interaction was observed in the vigor index, with the best results from priming before sowing (P1) combined with 2–3 months of storage. The findings suggest that KNO₃ priming prior to germination and two months of storage is optimal for maintaining seed vigor and viability.
Strategi Optimalisasi Pupuk NPK 16-16-16 untuk Meningkatkan Produksi Benih Tiga Varietas Alpukat dengan Teknik Sambung Pucuk: Strategy of Optimization of NPK Fertilizer 16-16-16 to Improve Seed Production of Three Avocado Varieties Using the Grafting Technique Yasinta Rohmawati; Nicky Oktav Fauziah; Agus Wartapa
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 2 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i2.5910

Abstract

Pemupukan pada benih alpukat di Kabupaten Kulon Progo belum memperhatikan kebutuhan dari setiap varietas yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk yang sesuai kebutuhan pada beberapa varietas alpukat yakni varietas Miki, Kendil dan Mega Gagauan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi benih alpukat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor yaitu varietas alpukat yang terdiri dari 3 taraf (VA1=Miki, VA2=Kendil dan VA3=Mega gaguan) dan dosis pupuk NPK 16:16:16 yang terdiri dari 5 taraf (DP0=0 g/tanaman, DP1= 1 g/tanaman, DP2= 2 g/tanaman, DP3= 3 g/tanaman, DP4=4 g/tanaman)  yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga total terdapat 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk NPK secara optimal dapat meningkatkan pertumbuhan diameter batang pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/tanaman), dan VA3DP2 (Mega Gaguan+NPK 2 g/tanaman). Kemudian, tinggi batang atas dan jumlah daun pada kombinasi perlakuan V1DP2 (Miki+NPK 2 g/tanaman), V3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman), dan V2DP0 (Kendil+ NPK 0 g/tanaman). Selanjutnya, volume akar dan panjang akar pada kombinasi perlakuan VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/tanaman), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/tanaman), dan VA3DP3 (Mega Gaguan+NPK 3 g/tanaman). The fertilization of avocado seedlings in Kulon Progo has not yet taken into account the specific needs of each variety used. This study aims to determine the optimal fertilizer dosage for several avocado varieties, namely Miki, Kendil, and Mega Gagauan, with the expectation of enhancing avocado seedling production. The research method employed a Factorial Randomized Block Design (FRBD) with two factors: avocado varieties consisting of three levels (VA1 = Miki, VA2 = Kendil, and VA3 = Mega Gagauan) and NPK fertilizer doses of 16:16:16 consisting of five levels (DP0 = 0 g/plant, DP1 = 1 g/plant, DP2 = 2 g/plant, DP3 = 3 g/ plant, DP4 = 4 g/plant), repeated three times, resulting in a total of 45 experimental units. The results indicate that the optimal use of NPK fertilizer can enhance the growth of stem diameter in the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP0 (Kendil+NPK 0 g/plant), and VA3DP2 (Mega Gagauan+NPK 2 g/plant). Furthermore, the height of the upper stem and the number of leaves were improved in the combinations of treatments V1DP2 (Miki+NPK 2 g/plant), V3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant), and V2DP0 (Kendil+NPK 0 g/ plant). Additionally, root volume and root length were positively affected by the combinations of treatments VA1DP0 (Miki+NPK 0 g/plant), VA2DP3 (Kendil+NPK 3 g/plant), and VA3DP3 (Mega Gagauan+NPK 3 g/plant).
PENGARUH WAKTU DAN TINGGI PENUTUP TERPAL PENGERINGAN MODEL SIPERKASA TERHADAP MUTU BENIH JAGUNG (Zea mays L.) Mufaidillah, Zurwan; Wijayanto, Budi; Wartapa, Agus
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5061

Abstract

Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengeringan dan berapa tinggi penutup terpal yang terbaik menggunakan model penjemuran SIPERKASA terhadap mutu benih jagung (Zea mays L). Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai Mei 2024 di UPTD BBP Barongan, Bantul, Yogyakarta kemudian dilanjutkan pengujian di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor yang pertama adalah lama waktu pengeringan dan faktor kedua adalah tinggi penutup terpal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf 5% dan 1%, apabila hasil penelitian menunjukkan berpengaruh nyata maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kadar air, daya berkecambah, kecepatan tumbuh benih, dan indeks vigor benih dan berpengaruh nyata terhadap variabel susut bobot dan laju pengeringan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlakuan W2 (32 jam) yaitu dengan kadar air 11,82%, daya berkecambah 91,11%, kecepatan tumbuh benih 43,64%/etml, indeks vigor 90,11%, susut bobot pengeringan 9,19%, dan laju pengeringan 0,29%. Tinggi penutup terpal pengeringan calon benih jagung tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan sehingga diperoleh perlakuan terbaik dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung dengan pengeringan model SIPERKASA diperoleh pada perlauan T2 ( 110 cm) yaitu dengan kadar air 11,74%, daya berkecambah 92,67%, kecepatan tumbuh benih 44,46%/etml, indeks vigor 91,56%, susut bobot pengeringan 9,54%, dan laju pengeringan 0,31%.
Potensi Hasil Tiga Galur Semangka (Citrullus vulgaris) Generasi Pertama (F1) dengan Tipe Warna Kulit Gelap Indri Mulyani; Agus Wartapa; Rajiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hasil tiga galur semangka (Citrullus vulgaris) generasi pertama dengan tipe warna kulit gelap. Penelitian ini dilaksanakan di kebun RnD PT Tunas Agro Persada Boyolali pada bulan September hingga Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode single plant, yaitu setiap individu tanaman ditanam dan diamati secara terpisah di lingkungan pertanaman yang seragam tanpa ulangan, dalam penelitian ini terdapat 3 ulangan dengan jumlah 40 tanaman setiap ulangan sehingga terdapat 120 tanaman. Parameter yang diamati meliputi bentuk daun, bentuk penampang batang, warna batang, warna tulang daun, warna buah, warna kulit buah, keberadaan lirik/strip, waktu polinasi, posisi buah, jumlah benih, bobot buah, panjang buah, tebal kulit, lebar buah, dan tingkat kemanisan, data yang diperoleh di analisis menggunkan ANOVA di lanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur S061 memiliki produktivitas tertinggi dibandingkan dua galur lainnya (galur S072, dan S083). Galur S061 menunjukkan posisi buah berada di rata-rata ketiak daun ke-10,4, bobot buah rata-rata 5,1 kg, panjang buah rata-rata 37,36 cm, dan lebar buah rata-rata 15,6 cm. Galur S061 berpotensi menjadi kandidat unggul untuk pengembangan semangka berkulit gelap dengan hasil optimal.