Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembinaan olahraga, termasuk dalam proses pendidikan calon pelatih olahraga di perguruan tinggi. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang memungkinkan pelatih memanfaatkan teknologi untuk merancang program latihan berbasis data, memantau perkembangan atlet, serta mendorong terbentuknya gaya hidup aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi literasi pelatih olahraga di pendidikan tinggi dalam mendukung gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, dan peningkatan performa lari pada pelari komunitas di Ibu Kota Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sebanyak 210 pelari komunitas dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari beberapa komunitas lari di Jakarta. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat literasi digital pelatih yang dirasakan oleh peserta, gaya hidup aktif, kebiasaan latihan, serta performa lari, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi, dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi literasi pelatih olahraga berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan gaya hidup aktif dan kualitas kebiasaan latihan peserta. Selain itu, gaya hidup aktif dan kebiasaan latihan secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan performa lari. Literasi digital pelatih juga berperan sebagai faktor pendukung dalam optimalisasi proses pembinaan melalui pemanfaatan aplikasi kebugaran, wearable technology, platform analisis latihan, serta media pembelajaran digital. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dalam pendidikan tinggi merupakan kebutuhan mutlak untuk menghasilkan pelatih olahraga yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu meningkatkan kualitas pembinaan olahraga berbasis bukti. Oleh karena itu, integrasi kompetensi digital ke dalam kurikulum pendidikan kepelatihan olahraga menjadi strategi yang penting untuk mendukung peningkatan performa atlet maupun masyarakat olahraga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026