Pada era globalisasi, ancaman kedaulatan bergeser pada aspek sosiokultural. Penelitian ini dilatarbelakangi kontradiksi di lapangan. Tenun Ikat Bandar Kidul merupakan warisan budaya kebanggaan Kota Kediri namun menghadapi gempuran industri tekstil modern dan kain tiruan mesin (printing) murah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bela negara non-militer dalam menjaga ketahanan budaya dari sudut pandang pelaku usaha lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan pemilik UMKM tenun, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas produktif pemilik UMKM merupakan wujud civic virtue dan rekonstruksi bela negara kontemporer non-militer. Ketahanan budaya dibangun melalui tiga taktik adaptasi mandiri. Pertama, strategi edukatif melalui transfer keterampilan menenun pada tenaga kerja lokal. Kedua, strategi inovatif melalui diversifikasi produk dan pemasaran digital. Ketiga, strategi ekonomi dengan mempertahankan keaslian proses Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kegigihan pemilik UMKM mempertahankan budaya dan menolak menyerah pada kain tiruan pabrik adalah implementasi konkret nilai kebangsaan yang memperkokoh ketahanan nasional.
Copyrights © 2026