Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pola asuh orang tua terhadap kecanduan smartphone pada anak usia dini di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Penggunaan smartphone pada anak usia dini yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, dan perilaku anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap keluarga yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif menjadi faktor dominan yang meningkatkan risiko kecanduan smartphone karena rendahnya pengawasan dan minimnya pembatasan penggunaan perangkat. Pola asuh otoriter cenderung menimbulkan perilaku memberontak, sedangkan pola asuh demokratis terbukti lebih efektif dalam mengontrol penggunaan smartphone melalui komunikasi, pendampingan, dan penerapan aturan yang konsisten. Dampak kecanduan smartphone pada anak usia dini meliputi penurunan interaksi sosial, berkurangnya aktivitas fisik, gangguan konsentrasi, serta kecenderungan perilaku emosional. Strategi penanganan yang efektif melibatkan pembatasan waktu layar, peningkatan aktivitas alternatif, serta keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya pola asuh yang tepat dalam mencegah kecanduan smartphone dan mendukung perkembangan anak yang sehat di era digital.
Copyrights © 2026