Retensi talenta Generasi Z menjadi tantangan penting bagi perusahaan karena karakteristik generasi ini yang cenderung dinamis dan memiliki tingkat mobilitas kerja yang tinggi. Oleh karenanya, perusahaan wajib memahami faktor-faktor yang dapat meningkatkan retensi karyawan Generasi Z. Studi ini tujuannya untuk menganalisa dampak Employee Experience dan Psychological Safety terhadap Retensi Talenta Generasi Z dengan Work-Life Integration sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada karyawan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Unit Mekaar Cabang Balikpapan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Datanya dikumpulkan lewat kuesioner dan dianalisis berbantuan metode SEM menurut Partial Least Squares (PLS) dengan memakai perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya Psychological Safety pengaruhnya positif dan signifikan kepada Work-Life Integration. Selain itu, Employee Experience dan Psychological Safety pengaruhnya positif dan signifikan terhadap Retensi Talenta Generasi Z. Namun, Employee Experience tidak signifikan memengaruhi Work-Life Integration, dan Work-Life Integration juga tidak signifikan memengaruhi Retensi Talenta Generasi Z. Berdasarkan hasil tersebut, Work-Life Integration belum dapat dinyatakan memediasi pengaruh Employee Experience maupun Psychological Safety terhadap Retensi Talenta Generasi Z, karena jalur Work-Life Integration terhadap Retensi Talenta Generasi Z tidak signifikan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengalaman kerja yang positif dan terciptanya lingkungan kerja yang aman secara psikologis merupakan faktor penting dalam mempertahankan talenta Generasi Z. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat strategi pengelolaan pengalaman karyawan dan keamanan psikologis untuk meningkatkan loyalitas serta keberlangsungan talenta Generasi Z dalam organisasi.
Copyrights © 2026