Penelitian ini mengkaji tentang ingatan kolektif masyarakat Ciledug terkait penjarahan dan pembakaran Plaza Ciledug pada Mei 1998. Metode yang digunakan metode sejarah dengan penedekatan sejarah lisan dibantu teori memori kolektif dari Maurice Halbawcsh sebagai analisa ingatannya. Data didapatkan melalui wawancara sebelas narasumber yang terdiri dari saksi mata dan generasi muda. Hasil penelitian menerangkan terdapat perbedaan ingatan antara generasi yang mengalami langsung dan generasi muda. Cerita lisan menjadi cara utama mewariskan ingatan, dan dampak peristiwa masih dirasakan dalam aspek psikologis, ekonomi, dan sosial
Copyrights © 2026